Cara Menciptakan Lingkungan Ramah Anak dalam Situasi Wabah Corona

oleh -
Ilustrasi anak sekolah (Foto: UNops.org)

Upaya menumbuhkan dan mengembangkan budaya ramah anak mesti terus dilakukan agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal di tengah wabah corona.

Tentu upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah, namun kepeloporan masyarakat, orangtua dan keuarga sangat menentukan.

Bagaimana membangun budaya ramah anak dalam situasi pandemi Covid – 19. Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, berikut tips yang perlu dikembangkan:

Tumbuhkan budaya kepeloporan di lingkungan warga untuk mewujudkan lingkungan ramah anak. Adanya sejumlah kepeloporan RT dan RW mengkonsolidasi warganya membiasakan hidup bersih dan sehat, tanggap dan cepat mengambil langkah jika ada anggota warganya yang ODP, PDP dan Positif terpapar Virus Corona merupakan upaya positif.

“Apalagi saat ini sebagian warga masyarakat secara sukareka mempelopori penyemprotan. Hal ini merupakan bentuk kongkrit tumbuhnya rasa kolektifitas dan solidaritas masyarakat kita yang selama ini mulai terkikis. Kepeloporan ini akan menumbuhkan lingkungan warga yang sehat dan berdampak positif bagi upaya menumbuhkan budaya warga yang ramah anak,” ujarnya.

Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya penting mempelopori tumbuhnya budaya positif untuk mencegah anak dari penularan Virus Corona. Melakukan hal-hal positif mulai hal yang sederhana, seperti; mengajak masyarakat dan anak mencegah kerumunan, menghimbau membudayakan hidup bersih dan sehat merupakan hal positif yang dapat menginspirasi anak.

“Jadilah orang terdekat anak yang selalu menghadirkan tauladan positif bagi mereka. Didikkan anak dengan pembiasaan baik dan membahagiakan serta dapat mencegah anak dari paparan virus corona,” ulas Susanto.

Orangtua dan keluarga, kata dia, mesti konsisten menjaga dan meningkatkan imunitas anak. Karena, sistem kekebalan tubuh atau imun yang baik merupakan pelindung yang paling optimal. Istirahat yang cukup, asupan gizi seimbang, berolahraga bersama keluarga, memberikan ASI (pada bayi), pola hidup bersih dan sehat merupakan hal positif untuk merawat dan meningkatkan imunitas anak.

Tak kalah penting, peran guru mengembangkan pembelajaran jarak jauh secara inovatif dan menyenangkan untuk anak. Anak untuk sementara waktu tetap belajar di rumah, sebagaimana anjuran pemerintah dan didampingi oleh orangtua atau dari keluarga. Tujuannya agar anak dalam menghadapi situasi Covid – 19 tetap belajar, bahagia dan tidak tertekan.

“Pastikan anak bermain dengan aman dan edukatif. Hindari permainan yang mengandung kekerasan dan sadisme serta bentuk permainan lain yang negatif, karena hal tersebut rentan mempengaruhi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Anak juga harus dipastikan tidak berada dalam kerumunan. Kebijakan Pemerintah untuk menerapkan social distancing atau physical distancing sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas di tengah pandemi global yang mengancam keselamatan manusia termasuk usia anak. Maka, semua anak Indonesia harus ditumbuhkan kesadarannya dengan cara yang tepat sesuai usianya.

Kemudian, anak juga harus dipastikan menggunakan teknologi dan informasi secara sehat. Adanya kebijakan belajar di rumah saat ini, potensi anak menggunakan teknologi dan informasi sangat tinggi, maka orangtua dan keluarga mesti memastikan anak dapat mengelola waktu secara tepat, memiliki literasi dan resiliensi menggunakan gadget serta selalu dalam pantauan dan bimbingan keluarga.

“Budayakan berbagi informasi positif, edukatif dan membahagiakan, bukan membagikan informasi hoax yang menimbulkan ketakutan bagi anak,” pungkas Dr. Susanto.