Cara arumi berdayakan pengrajin Jatim

oleh -

SURABAYA: Dekranasda Propinsi Jawa Timur menggelar kompetisi Desain Produk dan Kriya 3D Printing yang diinisiasi oleh Ibu Arumi Bchsin. Arumi sebagai ketua Dekranasda menyebut acara ini untuk yang pertama kali digelar di Jatim.

“Selama ini yang diurusi hanya batik dan handicraft saja. Tapi kali ini atas saran mas Emil (Wagub Jatim), saya diminta untuk tidak monoton melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Harus lebih kreatif yang berhubungan dengan percepatan ekonomi, terutama untuk kalangan millennial, dan akhirnya terciptalah lomba desain produk dan 3D printing ini,” kata Arumi, di sela acara di AJBS Surabaya, Selasa (21/2/2020).

Menurut Arumi, kegiatan kompetisi ini ternyata sangat di luar dugaan. Mengingat banyak produk-produk hasil karya baik mahasiswa maupun pelajar yang sangat tidak terduga dan tidak terpikir sama sekali oleh Arumi.

“Ternyata teknologi yang peserta terapkan banyak sekali gunanya, ada yang untuk masker, sepatu, arloji dan lain-lain tapi didesain sedemikian rupa hingga menjadi satu teknologi yang mengagumkan,” katanya.

Arumi memastikan bagi peserta yang menjadi juara nantinya akan menjadi prioritas bagi pemerintah, khususnya Dekranasda untuk menjadi pioner dalam memajukan Jatim.

“Semua ini harus didukung terutama yang menjadi juara, agara tidak berhenti sampai di sini dan berlanjut ke penerapan teknologi. Baik di tingkat pemerintahan maupun perusahaan-perusahaan lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Arumu juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada lebih dari 100 peserta. Mereka telah mengirimkan desainnya hingga terpilih 10 besar untuk kategori profesional dan pemula.

“Ada empat lembaga yang ikut berperan dalam kompetisi ini, yakni SUBstitute Makerspace, ITS, Universitas Surabaya dan Institut Sains dan Teknologi Terapan Surabaya,” pungkas Arumi.(Noe)