Bupati Sumenep Ajak Budayakan Maghrib Mengaji

oleh -

SUMENEP: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengarahkan anaknya ke masjid atau mushalla setiap adzan Maghrib berkumandang.

“Saya ingin melihat anak-anak berbondong-bondong ke masjid atau mushalla setiap kali menjelang Maghrib untuk mengaji, seperti kebiasaan anak-anak zaman dulu,” kata Achmad Fauzi. Senin, 29 Maret 2021

Menurut Fauzi, kegiatan Maghrib mengaji tidak lain demi kebaikan generasi muda ke depan, karena di era perkembangan teknologi saat ini tantangan semakin berat, sehingga harus menyiapkannya dengan aqidah, syariah dan akhlak, sekaligus mempunyai bekal ilmu, sains dan keterampilan berbasis teknologi.

“Tentu saja, kita mempunyai anak cerdas, sabar, shalih, profesional, inovatif yang berkarakter, berintegritas dan istiqamah,” imbuhnya.

Pemerintah daerah kata dia juga menghendaki budaya mengaji bakda Maghrib kembali hidup di tengah-tengah masyarakat, sebagai salah satu upaya mendukung pendidikan karakter anak, sehingga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

“Yang jelas, program Maghrib Mengaji membutuhkan peran serta masyarakat terutama orang tua, untuk mendorong anak-anaknya saat Maghrib datang ke masjid atau mushalla untuk mengaji dan shalat berjamaah,” tegasnya.

Sementara orang tua untuk mendukung Maghrib Mengaji dengan melarang anak-anaknya jika ingin keluar rumah menjelang shalat Magrib, tetapi hanya mengizinkan apabila pergi ke masjid atau mushalla untuk mengaji dan shalat Maghrib berjamaah.

“Kepada bapak-bapak atau ibu-ibu tidak megizinkan anaknya keluar rumah ke rumah teman atau ada kepentingan lainnya, kecuali membolehkan anak-anaknya pergi ke masjid atau mushalla terdekat untuk mengaji,” jelasnya.

Dia mengharapkan, para kepala desa dengan perangkatnya ikut menyosialisasikan kegiatan Maghrib Mengaji di masing-masing desanya untuk mencetak anak-anak memiliki bekal ilmu keagamaan.

“Jangan sampai anak-anak sebagai generasi bangsa menjauh dari agama akibat semakin menggandrungi dunia maya. Jadi, kita bersama-sama untuk menghidupkan kembali budaya Maghrib Mengaji di setiap desa,” tandasnya. NOE