Bupati Salwa Tambah Bantuan Operasional Madin Setahun Penuh

oleh -

BONDOWOSO – Bantuan operasional Madrasah Diniyah (Bosdamadin) di Kabupaten Bondowoso kini berubah menjadi 12 bulan, dari sebelumnya hanya diberikan untuk delapan bulan setiap tahunnya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati KH.Salwa Arifin saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Cabang dan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Bondowoso tahun 2019-2024 di Pendopo Bupati.

Dirinya menerangkan tambahan ini sebagai bagian dari apresiasi dan penghormatan kepada guru madin di Bondowoso. Di samping itu, pihaknya juga ingin guru madin bisa mendapatkan setidaknya hak yang sama dengan guru lainnya yang sama-sama mentransfer ilmu kepada generasi bangsa.

“Karena kita bandingkan sesama guru, ijazahnya sama tapi kok jauh. Sama-sama transfer ilmu tapi kok jauh berbeda. Makanya kami tambah bantuan tersebut menjadi 12 bulan,” ujarnya.

Bupati juga menyebutkan anggaran tersebut bukan hanya bersumber dari pemerintah setempat melainkan dari Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi sendiri hanya memberikan bantuan tersebut selama enam bulan, sisanya akan ditanggungkan ke Pemerintah Bondowoso.

edangkan Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren, Kemenag Bondowoso, Suharyono menerangkan di Bondowoso ada 904 Madin yang masing-masing memiliki santri berbeda. Oleh karena itu jumlah Bosdamadin yang diterima pun juga berbeda.

“Jadi tiap tahun kan berbeda, tergantung juga Bosdamadin dari Provinsi berapa, dan yang disediakan daerah berapa anggarannya. Kemudian disesuaikan dengan jumlah santri yang ada,” kata Suharyono.

Pada 2018 Madin di Bondowoso mendapatkan kucuran dana sebesar Rp450 per santri selama delapan bulan dalam setahun sebagai program pengembangan guru dan kebutuhan santri dalam Lembaga Diniyah.

Editor : Ahmad Saefullah