Buntut Penggerbekkan Tari Stripis di Karaoke Maxi Brilian Blitar

oleh -

SURABAYA-Setelah melakukan penggerbekkan tempat karaoke Maxi Brilian, Kota Blitar, Polda Jatim menetapkan dua orang tersangka. Ratna Ayu Kinanti (Mami) dan Juwito Qoirul Anwar (manajer karaoke) ditetapkan sebagai tersangka atas tindak asusila.

Penggerebekan yang dilakukan Unit III Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim di Karaoke Maxi Brilian Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Senin (3/12/2018) pukul 01.30 WIB.

Dalam penggerbekkan itu, Polisi mengamankan 25 orang. Mereka terdiri dari manajer, mami, 19 pemandu lagu dan pelayan karaoke. Dari hasil penyidikan, akhirnya Polda Jatim menetapkan dua tersangka, mami dan manajer karaoke.

Kedua tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp15.000.

“Ketika kami menggerebek tempat karaoke itu, kami temukan sejumlah pemandu lagu dalam keadaan telanjang,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Selasa (4/12/2018).

Praktik asusila ini terbongkar setelah petugas mendapatkan informasi bahwa ada tempat karaoke yang menyediakan pemandu lagu yang bisa striptis dan bisa juga melayani hubungan seks di dalam room karaoke tersebut.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mendapatkan informasi bahwa tempat karaoke tersebut bernama Maxi Brillian Live Musik.

“Lalu pada Senin (3/12/2018) kami melakukan penggelahan di karaoke tersebut,” imbuh Kasubdit 4 Tipid Renakta Ditreskrimum Polda Jatim ditempati AKBP Festo Ari Permana. Penggerebekan tersebut di salah satu room yaitu room 4.

Di room tersebut, petugas menemukan satu tamu laki-laki sedang melakukan hubungan seks dengan dua pemandu lagu. Kemudian petugas melakukan interogasi terhadap satu tamu dan dua pemandu lagu. Setelah itu mengamankan pelaku, saksi-saksi beserta barang bukti yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut.

Selanjutnya dibawa ke Polda Jatim guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil penyidikan, tarif untuk striptis dan berhubungan seks mencapai Rp1 juta,” ungkap Festo. Dia menambahkan, modus kasus ini adalah kedua tersangka menawarkan kepada tamu perempuan pemandu lagu untuk menemani tamu menyanyi. Selanjutnya bisa dilakukan booking untuk melakukan tarian striptis dan dapat berhubungan seks di dalam ruang karaoke. “Sejauh ini kami tidak menemukan ada pemandu lagu yang di bawah umur,” pungkasnya. @VIN