Bulan Ini Eks DPRD Jatim Diperiksa Kasus P2SEM

oleh -
Ilustrasi Korupsi (foto : kabarjatim)
Ilustrasi Korupsi (foto : kabarjatim)

SURABAYA-Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terus menindaklanjuti penyidikan kasus korupsi berjemaah dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat atau P2SEM. Pekan ini, sejumlah saksi dipanggil untuk diperiksa.

Kasus P2SEM terkait penyelewengan dana hibah ratusan miliar dari Pemprov Jatim ke kelompok masyarakat pada 2008 silam. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim Ricard Marpaung mengatakan, sejumlah saksi sudah diperiksa. Penyidik telah melayangkan surat penggilan ke sejumlah saksi. “Yang sudah diperiksa minggu lalu enam orang,” kata Richard, Senin (28/5/2018).

Enam saksi yang sudah diperiksa itu, kata Richard, ialah dua orang dari Pemerintah Provinsi Jatim, satu seorang dosen, dan tiga saksi terpidana perkara P2SEM, salah satunya Dokter Bagoes. Mereka pernah dimintai keterangan saat tahap penyelidikan. Saksi lainnya, termasuk beberapa anggota DPRD Jatim periode 2004-2009, dikirimi surat untuk jadwal selanjutnya.

Richard tak merinci siapa dan sebagai apa pada pemeriksaan selanjutnya. Seperti diketahui, kasus ini diusut sejak 2009 dan telah memenjarakan banyak orang, kebanyakan penerima hibah di berbagai daerah di Jatim. Terpidana paling kakap yang sudah menjalani hukuman ialah almarhum Fathorrasjid, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jatim periode 2004-2009.

Kasus ini diusut lagi setelah saksi kunci yang sejak tahun 2010 buron, dr Bagoes Soetjipto, berhasil ditangkap Kejaksaan di Malaysia Desember 2017 lalu. Dari bibirnya muncul beberapa nama yang sebelumnya tak pernah mencuat ke permukaan. Kejaksaan pun menindaklanjuti itu. Dokumen perkara ditelaah lagi dan sejumlah pihak dimintai keterangan.

Saat perpisahan jabatan Kepala Kejati Jatim pada Maret lalu, Maruli Hutagalung menyampaikan bahwa kasus P2SEM sudah dinaikkan dari tingkat penyelidikan ke penyidikan. Artinya, bukti permulaan adanya unsur pidana sudah ditemukan. Tinggal mencari siapa yang mesti bertanggungjawab. “Saya harap pengganti saya (sebagai Kajati) melanjutkanya,” katanya kala itu.

Dari Keterangan Maruli, sedikitnya 30 orang sudah dimintai keterangan saat tahap penyelidikan, 15 di antaranya mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009. Dari 15 orang itu, dua saksi kini masih aktif sebagai legislator yakni inisial RA dan AS. @VIN