BPS Jatim: Angka Kemiskinan Jatim Turun 10,20 %, Komoditi Makanan Naik

oleh -
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo bersama Asim Saputra selaku Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jatim gelar Hasil Angka Kemiskinan dan Komoditi
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo bersama Asim Saputra selaku Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jatim gelar Hasil Angka Kemiskinan dan Komoditi

SURABAYA – BPS (Badan Pusat Statiistik) Jatim memberikan data terakhir untuk penduduk miskin di Jawa Timur tertanggal bulan September 2019, berjumlah 4.056,00 ribu jiwa .

Jumlah tersebut ternyata mencapai 10,20 persen, berkurang dari bulan Maret 2019 berjumlah 4.112,25 ribu jiwa atau turun 56,3 ribu jiwa.

Secara spesifikasi persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2019 sebesar 6,84 persen turun menjadi 6,77 persen pada September 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2019 sebesar 14,43 persen turun menjadi 14,16 persen pada September 2019.

Selama periode Maret 2019 – September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 11,1 ribu jiwa (dari 1.449,27 ribu jiwa pada Maret 2019 menjadi 1.438,15 ribu jiwa pada September 2019). Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 45,1 ribu jiwa (dari 2.662,98 ribu jiwa pada Maret 2019 menjadi 2.617,85 ribu jiwa pada September 2019).

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim, Satriyo Wibowo bersama Asim Saputra selaku Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jatim, memberikan keterangan dengan angka kemiskinan selama 6 bulan yang terpantau turun namun peran komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

“Berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, tempe, tahu, gula pasir, mie instan, dan cabe rawit.,” ujar Asim Saputra.

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar 74,91 persen, sedikit menurun dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yaitu sebesar 75,02 persen.

Pada September 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jawa Timur yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,364. Angka ini turun sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,370.

Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,374, turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,379. Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,314 turun dibandingkan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,318.

Pada September 2019, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,43 persen. Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Demikian pula jika dirinci menurut wilayah, pengeluaran penduduk baik di daerah perkotaan maupun perdesaan berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Pada daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,92 persen, dan di perdesaan angkanya tercatat sebesar 20,52 persen. VIN