BPS Bondowoso : Angka kemiskinan masih 13,33 Persen, pola konsumsi di bawah 2.100 kilo kalori

oleh -

BONDOWOSO: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso mencatat Tingkat kemiskinan sepanjang tahun 2019 mencapai 13,33 persen dari total penduduk sekitar 775 ribuan, dan Masyarakat miskin Bondowoso yang masuk dalam jumlah tersebut memiliki  pola konsumsi di bawah 2.100 kilo kalori per kapita per hari.

Kepala Seksi Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso, Anik Hidayati, mengatakan, angka tersebut didapat setelah dilakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS yang penghitungan kemiskinannya, baik di Bondowoso atau pun di berbagai wilayah Indonesia lainnya, mengacu dari PBB.

“Dari Susenas itu akan diketahui jumlah kalori yang dikonsumsi oleh masyarakat. Karena memang dalam survey tersebut terdapat rentan harga, yang mengkonversi makanan atau pun minuman yang dikonsumsi masyarakat,”Ujarnya saat ditemui awak media. Senin 13 Januari 2020.

Pihaknya berpedoman untuk menghitung kemiskinan, semua sama untuk Bondowoso dan seluruh Indonesia, mengacu dari PBB, untuk melihat masyarakat miskin atau tidak dinilai dari kecukupan kalori yang dikonsumsi. Kalau dia itu di bawah 2.100 kilo kalori, itu dianggap miskin.

Terpisah, Kepala BPS Bondowoso Hartono, bahwa survey kemiskinan hanya menghitung secara prosentase. Tidak menghitung dimana lokasi kemiskinan berada, penyebab, dan faktor pendorong kemiskinan itu.

“Jadi kalau kita analogikan itu seperti quick count dalam Pilkada, quick count ada 13,33 persen masyarakat miskin. Untuk mengetahui detailnya ada real count. Siapa yang akan melakukan real count yaitu Pemda. Maksudnya mengindentifikasi,”Jelasnya.

Pihaknya mengaku bahwa angka kemiskinan di Bondowoso ini mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya yaitu 2018, yang mencatatkan kemiskinan di angka 14,39 persen. Penurunan ini merupakan buah dari penggelontoran program pengentasan kemiskinan yang selama ini telah dilakukan.

“Kalau mulai tahun 2015 itu sudah ada penurunan-perunan namun tidak signifikan. Kalau sekarang kan penurunan sangat signifikan.Bahkan penurunan kemiskinan di Bondowoso paling cepat nomer dua di Jawa Timur, setelah Trenggalek” pungkasnya.(Noe)