BPJS KIS PBI di Non Aktifkan, “Berapa Warga Miskin Yang Terdampak?”

oleh -

SURABAYA – KIS (Kartu Indonesia Sehat) dari jenis PBI atau iuran pembayaran yang ditanggung pemerintah, sementara di non aktifkan.

Telah diketahui untuk BPJS Kesehatan dengan fisik KIS dibagi 2 kelompok, antara lain jaminan kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang biasa diperuntukan oleh  fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan.

Dan kedua adalah non PBI atau Mandiri, dimana para pasien atau peserta wajib melakukan pembayaran rutin tiap bulan tergantung dari tingkatan kelas yang di minta.

Meng nonaktifan KIS jenis PBI sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu menjelang pelantikan peesiden Indonesia Joko Widodo -Mahruf Amin.

Hal tersebut sempat diutarakan oleh salah satu dokter muda bernama Ahmad yang berdinas di Puskesmas Jagir, Wonokromo, Surabaya, Selasa (21/10/2019).

Dikatakan bahwa meng nonaktifan KIS PBI tersebut paska setelah pelantikan Presiden RI, dan akan di data lagi dengan melibatkan  Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan wilayah masing masing atau Surabaya.

“”Secara keseluruhan pemerintah meng nonaktif kan KIS PIB se Surabaya, dan dari peserta diharapkan mengajukan  kembali ke tingkat RT, RW dan kelurahan serta Dinas Kesehatan Surabaya,” ujarnya.

Secara terpisah hal tersebut dibenarkan oleh Weny selaku Humas BPJS Kesehatan cabang Surabaya. Pihaknya memberikan keterangan bahwa untuk KIS jenis PBI yang ada di Surabaya sudah tidak bisa dipergunakan lagi. Untuk mengaktifkan ya membutuhkan proses melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Surabaya.

Weny juga menambahkan sementara waktu untuk efisien waktu bagi yang sebelumnya memiliki KIS PBI dan akan mengunakan faskes (fasilitas kesehatan) secara dadakan atau bisa proses cepat, dihimbau untuk mengajukan KIS yang Mandiri atau pembayaran ditanggung peserta. “Untuk mempercepat proses manfaat Fasilitas kesehatan para peserta bisa mengajukan secara mandiri saja, dan akan kita bantu prosesnya 1 hingga 2X24 jam,” ujar Weny.

Secara pasti apakah KIS PBI akan bisa kembali secara semula dimanfaatkan atau akan terhapus?, sehingga hanya mempunyai satu kelompok yaitu KIS Mandiri, hal tersebut masih belum ada kejelasan dari pihak pemerintah pusat.

Selain itu berapa jumlah peserta atau pasien KIS PBI Surabaya yang mayoritas adalah masyarkat tidak mampu atau fakir miskin yang tedmpak, juga masih belum ada keterangan resmi dari BPJS Surabaya.