BNN Ajak Masyarakat Jadi Benteng Pencegahan Narkoba

oleh -
Irjen Pol Drs. Arman Depari, Deputi BNN RI
Irjen Pol Drs. Arman Depari, Deputi BNN RI

JOMBANG-Badan Narkotika Nasional (BNN), mengajak masyarakat sebagai benteng guna pencegahan narkoba dalam lingkungan sekitar. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Drs. Arman Depari, Jum’at 08/02/19.

Pria yang memiliki sepak terjang tinggi dalam pemberantasan gembong narkoba kelas kakap tersebut datang ke Jombang, dalam rangka menghadiri acara audensi dan pelantikan pengurus DPD Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Narkoba Kabupaten Jombang periode 2019-2024, yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Jombang.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni dari jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang serta para relawan – relawan, baik dari Jombang sendiri maupun luar Kota.

“Masyarakat harus betul – betul menjadi benteng, baik dari dirinya sendiri maupun keluarga,”ujar Arman.

Lebih jauh, jelas Arman, pemberantasan narkoba tidak hanya bisa ditangani lewat penegakan hukum. Jika pencegahan lewat lingkungan masyarakat berhasil, maka pemberantasan tidak menjadi hal yang utama.

“Pemberantasan tak bisa hanya lewat hukum seperti penangkapan, penjara, sidak maupun eksekusi. Jika masyarakat bisa lakukan pencegahan agar tidak gunakan narkoba, maka pemberantasan sudah bukan hal penting lagi. Karena sudah bisa di cegah sebelumnya,”paparnya.

Ia menambahkan, peran Pemerintah Daerah juga sangat penting serta harus bisa memberikan fasilitas bagi para relawan – relawan baik di lingkup pemerintahan maupun masyarakat.

“Sebagai contoh dalam internal pegawai pemerintahan dibentuk unit kerja guna mengawasi agar tidak ada penyalahgunaan narkoba terhadap pegawainya. Kalau itu sudah bisa dilakukan selanjutnya Pemda memastikan pada skala yang lebih luas lagi yaitu ke masyarakat,”pungkasnya.

Arman berharap, semoga dengan adanya relawan – relawan bisa memberikan edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat agar tidak lagi menjadi sasaran atau jadi pasar penjualan narkoba.

Sebab Indonesia sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan.
Dari angka perfelensinya sudah mencapai 4 juta lebih. Dengan tingkat kematian yang disebabkan oleh narkoba, menurut data survei BNN mencapai 30-37 orang tiap harinya.

Editor : Nurul Arifin