Begini Pesan Almarhumah Lily Wahid Untuk Khofifah

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima pesan terakhir dari almarhumah Lily Wahid. Bahkan sebelum meninggal adik kandung Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berencana akan bertemu Khofifah setelah dari Ponpes Tebuireng, Jombang.

Melalui akun Instagram @khofifah.ip mengaku akan bertemu pada tanggal 23 April 2022. Pada hari itu, Lily Wahid berencana akan silaturrahim dan berziarah ke Ponpes Tebuireng.

“Pesan terakhir beliau kepada saya bahwa pada tanggal 23 April beliau berencana silaturrahim dan ziarah ke Tebuireng. Selanjutnya bertemu saya,” tulis Khofifah seperti dikutip Kabarjatim melalui akun IG, Selasa (10/5/2022).

Lantas apa agenda pertemuan itu. Menurut Khofifah, agendanya adalah membahas penguatan matematika anak-anak. Karena saat ini, anak-anak sudah semakin mengandalkan teknologi sehingga penguatan berfikir dan logika matematika sudah banyak berkurang.

“Tanggal tersebut beliau batal ke Jawa Timur dan tanggal 24 observasi untuk jantung dan akhirnya ada informasi bahwa tanggal 9 Mei sore beliau dipanggil menghadap Alloh SWT,” tulisnya.

Baca Juga  Ziarah Ke Tebuireng, Ridwan Kamil : Kakek saya panglima Hizbullah

Khofifah selanjutnya mendoakan Lily Wahid semoga dipanggil dalam keadaan Khusnul khotimah.

“Semoga beliau dipanggil dalam keadaan Khusnul Khotimah, semua amal ibadahnya diterima oleh Allah dan khilafnya diampuni Allah. Keluarganya diberikan keikhlasan dan ketabahan serta kesabaran.. Al Fatihah,” pungkas Khofifah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lily Wahid dimakamkan di kompleks pemakaman Ponpes Tebuireng Jombang. Jenazah Lily Wahid tiba di kompleks pemakaman Ponpes Tebuireng sekitar pukul 15.30 WIB.

Pusara Lily Wahid berada di pemakaman keluarga. Tepatnya, berada di sebelah Makam Nyai Hj Nadhifah, istri Pengasuh Ponpes Tebuireng keempat KH A.Baidhowi Asri. Nyai Nadhifah merupakan bude Lily Wahid. Karena ayahnya, KH Wahid Hasyim merupakan adik kandung Nyai Nadhifah.

Di lokasi tersebut juga dimakamkan pendiri Nahdhotul Ulama (NU) Hadaratusy Syaikh KH Hasyim ‘Asy’ri, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid dan juga KH Salahuddin Wahid.

%d blogger menyukai ini: