Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Alat Tulis Palsu Dari Cina

oleh -

SURABAYA – Bea Cukai bersama Kepolisian dan Pemerintah terkait mengungkap peredaran alat tulis palsu. Penangkapan barang impor tiruan/pemalsuan alat tulis berupa Bulpoint yang di produksi oleh PT PAM diketahui dari negara Cina.

Keberhasilan penangkalan merupakan kesinergian antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mahkamah Agung, Kepolisian Republik Indonesia. Dan Kejaksaaan Agung berhasil mengamankan satu kontainer yang berisi 858 240 buah ballpoint merek Standard AE7 Alfa Tip 0.5 Made in Indonesia.

Keberhasilan penangkapan alat tulis merk palsu digelar melalui konferensi pers pada Rabu (9/2/2020) di Tanjung Perak Surabaya, dengan nara sumber antara lain.

Megusdyan Susanto selaku Pimpinan PT Standard Pen, Brigjen Pol Reynhard P. Silitonga selaku Kementerian Hukum dan HAM (Plh Dirjen Kekayaan Intelektual), Sudung Situmorang selaku Staf Ahli Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Wakapolda Brigjen Pol Jamaludin, Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Hakim Agung, I Gusti Agung Sumanantha, Bareskrim Polri Dir Tipideksus Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga dan Ketua Pengadilan Niaga Surabaya, Nursyam.

Diutarakan oleh Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai Barang ilegal yang berhasil diamankan bernilai berkisar Rp1.019.160.000 yang diimpor melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tanggal 06 Desember 2019.

“Meskipun nilai dan jumlah barangnya relatif kecil, namun tangkapan atas Hak Kekayaan lntelektual (HKI) ini merupakan penangkapan sinergis yang dilakukan secara ex-officio,” ujarnya.

Selain itu tangkapan kali ini merupakan acuhan dari diberlakukannya UndangUndang nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, perubahan dari Undang~Undang nomor 10 tahun 1995, dengan melibatkan seluruh perangkat hukum dan sistem border measure HKI telah lengkap.

Perangkat hukum tersebut mulai dari Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2017, Peraturan Menteri Keuangan nomor 40/PMK.04/2018, sampai dengan Peraturan Mahkamah Agung nomor 06 tahun 2019. Sedangkan sistem border measure HKI tersebut adalah sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI yang menjadikan kegiatan pengawasan HKI lebih optimal karena Bea Cukai. Mahkamah Agung, Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual dan Pengadilan Niaga telah terintegrasi, sehingga memangkas waktu dan jalur birokrasi lintas Kementerian/Lembaga.

Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari keberanian pemilik/pemegang merek karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perekaman/rekordasi dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI. Dimana rekordasi ini telah diimplementasikan oleh Bea Cukai sejak 21 Juni 2018 dan sampai saat ini sebanyak 7 merek dan 2 hak cipta telah terekordasi dalam sistem ini. Dengan adanya sistem ini.

Bermula dari analisis transaksi impor yang dilakukan Bea Cukai atas importasi PT PAM yang diduga melanggar HKI. Bea Cukai menotifIkasi kepada pemiiik merek PT Standardpen industries (PT Si) karena merek tersebut telah terekam dalam sistem otomasi kepabeanan barang-barang HKI. Kemudian. PT SI memberikan koanrmasi bahwa setuju dilakukan proses penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga untuk dilakukan pemeriksaan bersama terkait keaslian atas merek barang tersebui dengan menyerahkan jaminan bank yang dipersyaratkan ke Bea Cukai Tanjung Perak. Pemeriksaan bersama dilakukan oieh Hakim Pengadilan Niaga. Panitera. Bea Cukai. saksi ahli. pemohon (PT Si), dan termohon (PT. PAM).

Wakapolda Brigjen Pol Jamaludin memberikan keterangan tambahan bahwa Hakim membuat penetapan bahwa pemohon selaku pemilik merk mempunyai kekuatan hukum karena memiliki izin terdaftar merk. Sedangkan PT PAM terbukti tidak memiliki izin merk Alatas ilegal.

“Untuk kelanjutanya pemilik merk bisa melanjutkan kasus tersebut melalui jalur Pidana ataupun Perdata,”ujarnya perwira Semeru II.

Megusdyan Susanto selaku Pimpinan PT Standardpen industri juga memberikan informasi kepada masyarakat, pergunakan alat alat tulis yang sudah SNI dan legal.

Membandingkan antara yang Ali dan palau bisa melalui beberapa cara: lihat Nomer seri ditiap kardus pac bulpoint merk standart, untuk yang asli tiap kardus pac Nomer seri nya tidak sama, sedangkan yang palsu Nomer serinya aama.

Ketebalan kardus untuk yang palsu lebih tulis dibandingkan yang asli, dan untuk lubang ujung tinta bulpoin yang palsu lebih kecil dibandingkan yang asli. VIN