Bayi Mungil Di Jombang Terlahir Tanpa Lubang Anus, Butuh bantuan Dermawan

oleh -
Maisaroh saat menggendong putri keduanya yang terlahir tanpa anus

Jombang: Sungguh malang nasib Ana Nur Udaifah, Seorang bayi perempuan asal Dusun Borocilik, Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Ia terlahir tanpa anus. Kondisi perekonomian keluarga yang jauh dari kata cukup, membuat bayi mungil tersebut harus menjalani perawatan dirumah dan butuh bantuan dari para dermawan.

Ana yang baru berumur 4,5 bulan merupakan anak kedua dari pasangan Hariyono (44), yang berprofesi sebagai pengamen dengan penghasilan yang tidak menentu, dan Maisaroh (30) yang tidak bekerja karena mengurus kedua anaknya. Dengan penghasilan yang minim, pasangan tersebut tak mampu untuk membiayai operasi buat buah hatinya.

Maisaroh menuturkan, Jangankan untuk biaya operasi, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya kontrol kerumah sakit dirinya harus tutup lubang gali lubang.

“Kepinginnya sih di operasi biar anak saya bisa buang air besar dengan wajar, sedangkan kondisi saat ini tidak punya biaya,”Ujar Maisaroh saat ditemui kabarjatim.com di rumahnya. Rabu 11 September 2019.

saat ini dirinya bersama suami harus memikirkan biaya untuk perawatan bayinya di rumah. Yakni membeli kain kasa plastik di apotek. Kain kasa plastik tersebut guna menutup lubang buatan yang ada di perut yang berfungsi sebagai saluran buang air besar.

“Dalam sehari biasanya habis lebih dari sepuluh lembar, karena sering buang air besar, kain tersebut harganya per sepuluh lembar yakni 40 ribu rupiah,”Imbuhnya.

Selain memberikan biaya perawatan di rumah, Maisaroh juga harus secara rutin membawa bayinya untuk melakukan kontrol dirumah sakit. Hal ini harus dilakukan guna mengecek apakah lubang buatan dalam kondisi baik dan tak terjadi inveksi. Namun, bulan ini ia tak membawa bayinya ke Rumah Sakit lantaran tak punya biaya.

“Tiap kontrol itu harus bayar, kurang lebih 100 ribu, tapi bulan ini tapi bulan ini kami tidak ada uang, jadi belum saya kontrolkan,”keluhnya.

Saat di singgung mengenai kartu kesehatan dari pemerintah baik pusat maupun daerah, Maisaroh mengaku tidak memilikinya.”Tidak punya, dulu waktu melahirkan pakek Kartu Jombang Sehat (KJS), tapi katanya hanya berlaku satu kali saja. Selanjutnya pas kontrol bayar sendiri,”tegasnya.

Saat ini, Hariyono dan Maisaroh hanya bisa berdo’a semoga ada uluran tangan dari pihak Pemerintahan atau instansi lainnya supaya anaknya bisa kembali normal seperti anak lainnya.