Bawaslu Sumenep Beri Sanksi Dua Media

oleh -
Ilustrasi Media
Ilustrasi Media

SUMENEP – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan sanksi berupa teguran kepada dua media lokal, yakni radio dan media online.

Kedua media tersebut diberikan sanksi lantaran menayangkan dan menyiarkan salah satu calon legislatif (Caleg) yang belum saatnya berkampanye di media.

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris mengatakan, dua media tersebut merupakan media yang berkantor pusat di Kabupaten Sumenep. Kedua media itu telah dipanggil guna diberikan sanksi untuk tidak menayangkan atau melakukan penyiaran Caleg.

“Ada dua media yang kami panggil. Sekarang sudah diberikan sanksi berupa teguran,” terangnya.

Menurut Noris, kedua media itu telah memasang iklan salah satu Caleg kabupaten dan provinsi yang berisi kampanye atau ajakan untuk memilih Caleg tersebut. Sedangkan yang radio diketahui menyiarkan salah satu Caleg kabupaten.

Padahal, lanjut Noris, sesuai aturan, Caleg, DPD, Capres dan Cawapres boleh memang iklan kampanye di media, baik online, cetak dan visual baru pada tanggal 24 Maret 2019.

“Ini malah mendahului sebelum tanggal yang ditentukan. Jadi, otomatis kami beri sanksi teguran saja (dulu),” terangnya.

Sementara, sebelum menjatuhkan sanksi, Bawaslu lebih dulu melakukan koordinasi dengan KPID dan Dewan Pers. Dari koordinasi tersebut dihasilkan untuk mencabut iklan tersebut dan tidak akan mengulangi lagi.

“Jadi ini aturan sudah mutlak. Sebelum tanggal yang ditentukan tidak boleh menyiarkan atau menayangkan iklan Caleg,” tandasnya.

Editor : Nurul Arifin