Bawaslu Sidoarjo Rekomendasikan PSU di Desa Keloposepuluh

oleh -
Ketua Bawaslu Kab. Sidoarjo Haidar Munjid
Ketua Bawaslu Kab. Sidoarjo Haidar Munjid

SIDOARJO– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Sidoarjo serius menindak lanjuti dugaan pelanggaran Pemilu pasca pencoblosan yang terjadi disalah satu TPS Kloposepuluh wilayah Kec. Sukodono.

Menurut Ketua Bawaslu Kab. Sidoarjo Haidar Munjid mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian bersama Gakumdu, soal dugaan adanya pelanggaran di TPS Desa Kloposepuluh Kec. Sukodono.

“Bawaslu menemukan sedikitnya ada 3 dugaan pelanggaran yang terjadi di TPS tersebut,” katanya, Kamis (25/4/2019).

Haidar menambahkan, dugaan pelanggaran yang pertama terkait pelanggaran etik yang dilakukan oleh teman-teman penyelenggara dalam hal ini adalah KPPS maupun pengawas TPS.

Kedua adalah pelanggaran administratif di mana teman-teman KPPS itu membuka semua surat suara tanpa memperhatikan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan urutan tata cara pembukaan dan lain sebagainya.

Sedangkan dugaan pelanggaran ketiga, pelanggaran pidana ada dalam video ada gerakan mencurigakan yang dilakukan oleh salah seorang saksi dari salah satu partai politik. Gerakan mencurigakan itu diduga menyebabkan rusaknya surat suara sehingga menjadi tidak bernilai.

“Jika semua perbuatan diatas dilakukan secara sengaja, maka unsur pidananya ada. Rekomendasi yang kita lakukan berkoordinasi dengan teman-teman Panwas Kecamatan untuk segera mengirimkan surat rekomendasi ke PPK untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang,” tambahnya.

Pihaknya juga menunggu balasan dari KPU soal teknis jika PSU nanti benar dilakukan. Pencoblosan ulang akan dilakukan untuk Pileg DPRD Kab. Sidoarjo. Karena dugaan pelanggaran terjadi dalam pemililihan wakil rakyat ditingkat kabupaten.

“PSU dilakukan di lokasi sama, namun penyelenggaranya lain dengan semua petugas saat terjadinya dugaan adanya pelanggaran yang ditemukan,” tegas Mantan Ketua PMII Sidoarjo itu.

Editor : Nurul Arifin