Bawaslu Sidoarjo Cium Aroma Politik Uang

oleh -

SIDOARJO – Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tinggal menghitung hari. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo pun telah memetakan potensi terjadinya money politics atau politik uang.

“Kami Bawaslu sudah mengidentifikasi aktor terjadinya money politics,” kata Mohammad Rasul, Komisioner Bawaslu Sidoarjo, Senin (8/4/2019).

Rasul menjelaskan, pencegahan kerawanan ini telah diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pencegahan terhadap money politics pada Pemilu.

“Setelah diidentifikasi ada tiga aktor yang berppotensi adanya politik uang di Sidoarjo,” ujar Rasul yang juga Kordinator Divisi Pencegahan dan antar Lembaga ini.

Masih kata Rasul, ketiga potensi politik uang itu dari hasil identifikasi Bawaslu, di antaranya berasal dari para kontestan calon legislatif. Yakni calon legislatif yang mempunyai kekuasaan, caleg yang mempunyai kekuatan finansial dan caleg yang bisa menggunakan kekuasaan pihak lain.

“Tiga aktor ini menjadi fokus pengawasan Bawaslu Sidoarjo dangan bekerja sama dengan Gakkumdu,” imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan langkah pencegahan. Namun jika ditemukan money politics akan dilakukan tindakan operasi tangkap tangan bersama tim dan bekerja dengan pihak kepolisian.

“Jika ditemukan money politics tindakannya adalah pidana dan administrasi, dimana administrasi pemilu bisa mendiskualifikasi melalui sidang ajudikasi,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Saefullah