Bawa Kabur Siswi SMA, Remaja Asal Peterongan Diringkus Polisi

oleh -

JOMBANG – TDP (17) warga desa Senden Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, harus berurusan dengan unit perlindungan perempuan dan anak Kasat Reskrim Polres Jombang karena membawa kabur dan mencabuli KD (17) seorang siswi SMA selama dua hari, dan berjanji akan menikahi korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan Kejadian bermula saat tersangka menjemput korban di rumahnya dengan tujuan untuk mengantar sepeda motor tersangka yang rusak. 

“Usai mengantar sepeda motor tersangka, korban diajak untuk melihat seni kuda lumping di desa ngusikan Kabupaten Jombang Namun karena kemalaman korban tidak diantar pulang dan justru diajak ke rumah kos pelaku yang ada di Sidoarjo,”Ujarnya Saat Persrilis di Mapolres Jombang. Senin (12/8/2019).

Ia menambahkan saat berada di kosan pelaku, korban disetubuhi oleh pelaku hingga Dua kali dengan janji akan dinikahi jika memang nanti korban hamil.

“Selama berada di kosan pelaku, korban dan pelaku kehabisan uang dan pelaku menyuruh korban untuk menjual sepatunya guna mendapatkan uang,”Imbuhnya.

Masih berdasarkan keterangan pelaku, korban kemudian menawarkan sepatu tersebut melalui media sosial Facebook dan salah satu teman korban berminat untuk membeli sepatu dengan cara COD di wilayah Benteng Kabupaten Mojokerto.

“Saat melakukan transaksi di wilayah Benteng Mojokerto, ternyata teman korban yang berminat membeli sepatu tersebut mengajak Ibu korban. Dan kemudian ibu korban langsung membawa pulang korban ke rumah, sedangkan tersangka tidak berani menemui Ibu korban,”Tegasnya.

Masih menurut Azi, ibu korban yang tidak terima dengan perlakuan tersangka terhadap anaknya, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit perlindungan perempuan dan anak satreskrim Polres Jombang. “Berbekal laporan tersebut, Pelaku berhasil kita amankan di kosannya tanpa perlawanan,”Pungkasnya.

Saat ini pelaku mendekam di Mapolres Jombang guna menanggung jawabkan perbuatannya. pelaku terancam pasal tindak pidana Melarikan perempuan yang belum dewasa tanpa seizin orang tua hingga terjadi persetubuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 332 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun kurungan.