Bapak Tiga Anak Warga Keputran Dibekuk, Jual Nasi Sampingan Sabu

oleh -
Kapolsek dan Kanit Reskrim Tegalsari berikut tersangka dan barang bukti sabu.
SURABAYA, – Meski sudah mempunyai pekerjaan yakni berdagang, namun warga Keputran Kejambon Gg. 1 Surabaya ini masih saja mencari pekerjaan sampingan.
Namun pekerjaan sampinganya yang dilakukan Farul (54), ini melanggar hukum yang membuatnya dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya.
Bapak tiga anak tersebut penjual nasi campur itu diketahui menjual narkoba jenis sabu-sabu.
Dalam penyelidikan, diketahui Farul ini sudah selama 2 tahun berjualan sabu. Kadang serbuk putih itu juga dipakainya sendiri.
Namun pelaku ini tidak mengetahui dengan siapa dan warga mana dia bertransaksi, pelaku hanya mengenal wajah pemilik barang haram yang dibelinya.
“Barang dari madura dan ketemu dengan orangnya di ranjau didaerah Suramadu,” aku pelaku Farul.
Kapolsek Tegalsari Surabaya Kompol David Triyo Prasojo didampingi Kanit Reskrim Iptu Zainul Abidin mengatakan, setelah memperoleh informasi adanya penjual sabu, petugas di pimpin Kanit Reskrim langsung melakukan penyelidikan.
Selama dua minggu hasil daribpenyelidikan, akhirnya membuahkan hasil. Pelaku akhirnya dibekuk pada, Rabu (5/9/2018), sekira jam 21.00 WIB.
“Saat dibekuk FA sedang menimbang sabu yang hendak dijual dilantai dua rumah miliknya,” sebut David, Jum’at (7/9/2018).
Untuk sabu sendiri, masih kata David,  dijual di wilayah Surabaya terutama didaerah kediaman pelaku.
“Barang dicampur dengan pecahan beling guna untuk mengurangi takaran dan juga untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak,” tambah David.
Pelaku kini mendekam dalam jeruji besi penjara Polsek Tegalsari Surabaya. Dia terancam penjara hingga 5 tahun karena melanggar Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Untuk barang bukti yang disita, 1 timbangan elektrik merk Constan wama hitam, 7 buah plastik klip kecil berisi sisa sabu, 4 buah sendok sedotan, 1 buah dompet warna merah muda dI dalamnya terdapat 14 (empat belas) plastik klip berisikan sabu dengan berat 22.58 gram.
Ditambah lagi, 1 buah katong yang di dalamnya terdapat 8 (delapan) plastik klip sabu dengan berat 4,92 gram, uang sebesar Rp. 2.900.000 dan 1 buah hand phone Nokia wama hitam.