Bank Indonesia ‘Genjot’ Penggunaan QR Code Untuk Transaksi

oleh -
Caption. : Abrar selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah bersama Imam Subarkah selaku Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur.
Caption. : Abrar selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah bersama Imam Subarkah selaku Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur.

SURABAYA – Era digital dalam segala sektor terutama yang berhubungan dengan alat pembayaran, Bank Indonesia berkomitmen secara berkala melakukan pengembangan.

Masih pengembangan dalam sistem pembayaran non tunai dan ekonomi digital, BI terus mendorong implementasi kebijakan QR Code Indonesian Standard (QRIS).

QRIS yang telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2020 lalu adalah standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Implementasi kebijakan QR Code Indonesia Standart (QRIS) diutarakan oleh Imam Subarkah selaku Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur

“Ini dipastikan memudahkan baik untuk penjual (merchant) ataupun konsumen. Bagi merchant, tak perlu mendaftar ke banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memiliki QR. Karena cukup satu QRIS, sudah dapat memfasilitasi semua aplikasi. Bagi konsumen, tentu akan lebih mudah karena cukup install dan punya satu akun dari satu aplikasi, maka bisa scan QRIS dari PJSP lainnya,” ujarnya.

Lebih jelas secara mekanismenya untuk pembayaran QRIS merupakan pembayaran yang lengkap dari beberapa macam pembayaran mengunakan QR Code.

QR Code alat pembayaran yang telah diketahui oleh masyarakat sendiri cukup beragam bentuknya, sehingga dengan adanya QRIS maka pembayaran apapun bisa dilakukan dengan satu aplikasi pembayaran.

QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment dengan model Merchant Presented Mode (MPM) dimana merchant yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk selanjutnya dipindai oleh pembeli. 

Dijelaskan pula awal Maret 2020, telah terdapat 28 penyelenggara dan 2,79 juta merchant yang menggunakan QRIS. Di Jawa Timur sendiri, terdapat 333 ribu merchant dengan 114 ribu diantaranya berada di Surabaya.

Untuk meningkatkan jumlah penggunaan QRIS, baik dari sisi merchant maupun konsumen, Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak pada tanggal 9-15 Maret 2020. Di Surabaya, PQN dilaksanakan dengan mengangkat judul Nggawe QRIS, Rek!.

Di Surabaya sendiri pihak Bank Indonesia KPw BI) Provinsi Jawa Timur akan mengundang seluruh merchant di Surabaya dan sekitarnya untuk mendaftarkan merchant-nya agar memiliki QRIS dan bagi warga Surabaya untuk meramaikan acara puncak QRIS pada tanggal 15 Maret 2020. Puncak kegiatan Nggawe QRIS, Rek! akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 06.00 – 11.00 WIB di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur. 

Pelaksana kegiatan Ngawe QRIS, Rek! terdapat berbagai event menarik, seperti talkshow Ngobrol Seru QRIS, pendaftaran QRIS bagi merchant, lomba zumba dengan instrukturnya adalah Laila Munaf, Lomba Guyon QRIS, bazaar dari berbagai tenant menarik dengan tentunya pembayaran menggunakan QRIS, serta artist performance dari salah satu sobat ambyar Guyon Waton.

Hal tersebut diutarakan oleh Abrar selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Jatim. “Selama pekan ini, akan dilaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan onboarding pedagang (merchant) di komunitas milenial, pasar tradisional & modern, tempat ibadah maupun berbagai lokasi lainnya. Bahkan, akan dilakukan launching kantin QRIS di Universitas Ciputra pada tanggal 11 Maret serta launching pasar QRIS di Pasar 17 Agustus Pamekasan pada tanggal 12 Maret,” ujarnya.

VIN