Bandar Narkoba Asal Aceh Ditembak Mati di Sidoarjo

oleh -

SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menembak mati bandar narkoba asal Aceh, Senin dini hari (23/9/2019). Ini lantaran pelaku melarikan diri saat akan ditangkap di Kawasan Tropodo, Kabupaten Sidoarjo.

“Tersangka itu bernama Jufri Ahmad, 38. Kami lakukan tindakan tegas dengan menembak yang mengenai dada pelaku, karena memang saat akan ditangkap yang bersangkutan ini kabur dan melawan petugas,” kata Penyidik Madya BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra.

Wisnu mengatakan, pelaku merupakan jaringan pengedar narkoba asal Aceh, yang telah beroperasi di Jatim selama setahun. Caranya, pelaku mendistribusikan barang haram tersebut ke beberapa daerah.

“Sebelum menembak mati Jufri Ahmad, BNNP Jatim lebih dulu menangkap tersangka lainnya bernama Rizal Imran, 26, warga Aceh, yang merupakan orang suruhan Jufri,” ujarnya.

Penangkapan terhadap Rizal dilakukan di Jalan arah ke Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, pukul 17.00 WIB, Senin, 23 September 2019. Saat ditangkap Rizal mengaku jika narkoba tersebut dibeli dari tersangka Jufri.

Dari pengakuan tersebut petugas BNNP Jatim menangkap pelaku Jufri di kamar kosnya di wilayah Tropodo, Sidoarjo. Namun saat akan ditangkap, pelaku kabur yang membuat polisi sempat memberi peringatan dengan tiga kali tembakan di udara.

“Peringatan ini tidak dihiraukan oleh pelaku yang terus berlari serta akan melawan petugas BNNP Jatim. Petugas menembak dada Jufri yang saat itu langsung tersungkur,” katanya.

BNNP sempat membawa pelaku Jufri ke RS Bhayangkara Polda Jatim, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. “Dari penangkapan Rizal dan Jufri itu BNNP Jatim mengamankan barang bukti sebanyak satu kilogram sabu-sabu. Sementara satu tersangka bernama Rizal Imran yang masih diperiksa,” ujarnya.