Athoillah Dorong Santri Kuasai Bahasa Arab Untuk Pahami Al Quran

oleh -

SURABAYA – Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menjadi tuan rumah dalam acara Seminar Nasional bertema “Menanamkan Nilai-nilai Arobiyyah untuk kecerdasan Generasi Negeri”, Sabtu (5/10/2019). Acara yang digelar Ittihadu Thalabah Al Lughah Al Arabiyah (ITHLA) ini, merupakan rangkaian Musyawarah Wilayah DPW IV Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari, mulai hari Sabtu-Minggu, 5-6 Oktober 2019 ini, dihadiri ratusan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se- Indonesia. Ada empat narasumber yang menjadi pemateri Dalam acara kali ini.

Salah satunya adalah anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, menyampaikan pentingnya pentingnya bahasa Arab. Selain aspek agama, bahasa Arab juga aspek penguasaan grammer dan menterjemah, utamanya Al Quran.

“Apalagi di Indonesia ini, rakyat mayoritas beragama Islam. Hampir di semua daerah di Indonesia juga banyak pondok pesantren, tapi pemahaman santri terhadap bahasa Arab masih minim,” kata Athoillah.

Menurut Athoillah, bahasa Arab sebagai bahasa internasional tidak lagi hanya berfungsi sebatas bahasa agama. Tapi juga menjadi media komunikasi seluruh aspek kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, Athoillah berharap masyarakat khususnya santri di pondok pesantren tidak hanya paham bahasa Arab secara pasif. Tetapi harus dikuasi secara komunikatif dalam pengertian yang lebih luas, baik lisan maupun.

“Sehingga santri harus menguasai bahasa Arab. Selain bahasa International, bahasa Arab juga bahasa agama, agar bisa menyerjemahkan dan memahami isi Al Quran,” kata politisi asal PKB itu.

Selain Athoillah, acara tersebut juga dihadiri narasumber dari Al-Azhar Cairo yang ditugaskan di PBA Unhasy, yakni Syekh Belal Mahmod Afifi. Belal menyampaikan bahasa adalah alat komunikasi, tanpa adanya bahasa akan sulit untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.

“Itulah pentingnya bahasa dalam komunikasi, dalam hal ini bahasa arab merupakan bahasa yang penting dalam proses belajar agama islam, utamanya memahami Al-Quran,” kata Belal.(Noe)