Aroma “Kolusi” Mafia Tanah Pada Kasus Sengketa Tanah PT Kartika Ceria

oleh -

SURABAYA – KABARJATIM.COM Sidang Kasus sengketa lahan di jalan Kertomenanggal kembali di gelar di PN Surabaya, Selasa (17/7). Sidang kali ini digelar untuk mendengarkan keterangan ahli waris dan pembelaan tergugat dalam kasus lahan seluas 19.250 m2 yang kini dikuasai oleh PT PP Properti, dan menurut rencana akan di bangun untuk apartemen (kondotel) tersebut

Doni Damar mengatakan ahli waris yang hadir dalam hal ini merupakan keluarga Almarhum Letkol (Mar) Bahder Johar Nasution menyampaikan gugatan.

“Pada sidang kali ini, saya mencium aroma indikasi pihak tergugat di wakili oleh kelompok mafia tanah tanpa kuasa dan pengacara. “.ujarnya selaku pihak penerima kuasa salah satu ahli waris kepada wartawan

Indikasi lain, lanjut Doni, juga terlihat adanya modus pengaturan waktu sidang dan menunda waktu sidang dengan alasan gugatan yang belum diterima, sehingga sidang dapat ditunda minggu depan tanggal 24 Juli 2018

Doni menambahkan, pada sidang ke tiga kali, dirinya melihat proses di pengadilan dikuasai Mafia Tanah dan selalu mendapatkan layanan terbaik dengan meminta waktu sidang di tunda minggu depan

“Ada indikasi kolusi yang sengaja di tata yakni agenda mediasi yang ditumpangi, ini terlihat dari kalimat hakim yang menyarakan agar penggugat datang sendiri tanpa kuasa dan pengacara” ujar Doni

Seperti diberitakan sebelumnya, Sengketa tanah di Belakang Gedung DPD Golkar Jatim ini muncul ketika pihak PT Kartika Ceria selaku penjual lahan ke PT PP Properti mendapatkan gugatan dari ahli waris lahan yang merupakan keluarga Almarhum Letkol (Mar) Bahder Johar Nasution. Gugatan ini dilayangkan melalui pengacara Ayu Puspita sari dengan no gugatan 445.Pdt.G/2018/PN.SBY

Gugatan ini dilakukan karena Ahli Waris merasa bahwa lahan itu merupakan milik keluarga dan hal ini di buktikan dengan adanya surat2 sah SHM atas nama Bahder Djohar Nasution.

Sengketa antara pihak PT Kartika Ceria dengan ahli waris ini berbuntut panjang, dan gugatan atas sengketa ini di layangkan ke PT.Kartika Ceria termasuk BPN Surabaya 1

Gugatan ke BPN Surabaya 1 ini adalah buntut dari munculnya produk SHGB No.435 thn.2016 an.PT.Kartika Ceria dgn surat ukur No.0125/dk.menanggal thn.2015. Padahal di lahan tersebut telah bersertifikat SHM No.401 an.Bahder Djohan Nasution thn.1992

Sesuai rencana, sidang berikutnya akan di gelar pada 24 Juli 2018. (fan)