Anggota DPR RI Yakin Ahmad Dhani Dizalimi, Ini Dasarnya

oleh -

BONDOWOSO – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan musisi Ahmad Dhani bersalah dalam perkara ujaran kebencian terhadap Basuki Tjahaja Purnama dan menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara pada 28 Januari 2019.

Tak hanya itu, kini Dhani juga sedang menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya atas perkara dugaan pencemaran nama baik. Ahmad Dhani dilaporkan Koalisi Bela NKRI dengan tuduhan ujaran kebencian karena menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata idiot pada Minggu 26 Agustus 2018.

Meski tengah di sidang, Ahmad Dhani sudah dijebloskan ke Rutan Medaeng di Sidoarjo dengan status titipan PN Jaksel. Menyikapi perkara ini, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sumail Abdullah bersikukuh Ahmad Dhani tidak bersalah. Dia bahkan mensinyalir ada motif lain di balik kasus hukum koleganya tersebut.

“Saya sangat yakin terjeratnya beberapa aktivis dan tim sukses Prabowo-Sandi dalam proses hukum merupakan sebuah kedzoliman,” ujarnya saat jumpa pers di Ball Room Hotel Ijen View Bondowoso, Kamis (14/2/2019).
Para aktivis dan simpatisan yang dimaksud Sumail Abdullah di antaranya Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung, Buni Yani dan Habib Bahar bin Smith.

Sumail Abdullah menyesalkan saat ini Indonesia tertekan dengan hal-hal yang sifatnya politik, sehingga kebebasan berpendapat seakan-akan musnah. Padahal, berbeda pendapat dan mengeluarkan ungkapan-ungkapan kritik yang masih dalam koridor hukum itu sangat diperlukan dalam sebuah negara demokrasi.

“Kita akan dibungkam apabila kita melakukan kritikan-kritikan kepada pemerintah. Negara kita merupakan negara demokrasi untuk perubahan kepemimpinan, mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati dan Kepala Desa dalam masa jabatan yang sudah ditentukan oleh Undang-Undang,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Saefullah