Aneh, Melanggar Justru Sesuatu yang Istimewa di Desa Ini

oleh -

TUBAN – Kata melanggar sudah tak asing lagi bagi kita dan sudah pasti semua orang akan menggunakan sebutan ini untuk mengungkapkan sesuatu yang salah.

Semisal melanggar rambu lalulintas, melanggar hukum dan masih banyak lagi contoh penggunaan kata melanggar untuk mengungkapkan berbagai kesalahan.

Namun sesuatu yang berbeda dijumpai Kabarjatim.com, di Desa Ngarum, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Sebuah fenomena yang tergolong unik, kata melanggar di tempat ini justru menjadi ungkapan yang lazim untuk menyatakan sesuatu yang sangat istimewa dalam berbicara sehari-hari. Boleh dikata warga desa ini menyematkan kalimat melanggar untuk sesuatu yang lebih dari yang lainnya. Misalnya, lebih banyak, lebih cantik, lebih ganteng, lebih kaya dan masih banyak lagi hal-hal lebih yang lainya.

Bambang Naslan (47), salah satu warga desa yang ditemui Kabarjatim.com membenarkan fenomena aneh tersebut. Menurutnya, kata melanggar memang lazim dipergunakan oleh warga desa ini untuk mengungkapkan sesuatu yang luar biasa atau lebih dari yang lainya.

“Betul mas, memang warga di desa ini sudah terbiasa menggunakan kata melanggar untuk menyatakan sesuatu yang lebih joss gitu mas,” terang Bambang.

Kepala Desa Ngarum ini lantas mencontohkan penggunaan kalimat tersebut dalam Bahasa Jawa. “Cah nek jagunge sik Ran kae yo melanggar lemune, wong rabuk’e wani,” ucapnya sembari menerangkan bahwa arti dari kalimat tersebut adalah, tanaman jagung milik si Ran itu luar biasa suburnya karena pupuknya banyak.

Masih menurut Bambang, penggunaan kalimat melanggar ini memang sudah lazim dipergunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat desanya, namun ia tidak mengetahui secara pasti sejak kapan kata ini menjadi bahasa yang pakem di wilayahnya.

Keunikan bahasa ini memacu Kabarjatim.com untuk melakukan penelusuran di beberapa wilayah pedesaan di sekitar Desa Ngarum. Walhasil penggunaan kalimat melanggar tersebut hanya dipergunakan oleh warga Desa Ngarum dan sebagian warga Desa Rejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban.

Editor : Ahmad Saefullah