‘Amsyiong’, Ratusan PAC Tidak Bisa Memilih di Konferwil Ansor Jatim

oleh -
Hartono, Ketua PC GP Ansor Kota Blitar
Hartono, Ketua PC GP Ansor Kota Blitar

MALANG-Ratusan Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakkan Pemuda (GP) Ansor se-Jawa Timur terancam tidak bisa memberikan suara di Konferwil Ansor Jatim 2019. Dugaan menguat ada permainan akreditasi untuk memuluskan langkah salah satu kandidat.

Ketua PC GP Ansor Kota Blitar Hartono mengatakan, menjelang pembukaan Konferwil Ansor Jatim ini, ada ratusan PAC dan PC terancam tidak bisa memberikan hak suara. Alasannya, terkendala dengan akreditasi.

Menurut Hartono, hasil akreditasi ini diduga kuat sengaja permainan sehingga jumlah suara menjadi minim dan memuluskan salah satu kandidat. Contoh yang nampak adalah ada PC besar yang minim kegiatan namun mendapat akreditasi A. Pun demikian dengan sejumlah PAC juga mendapatkan akreditasi A. Diketahui, PC tersebut mendukung salah satu kandidat.

“Hasil akreditasi pun tidak jelas. Ada salah satu kandidat yang dibackup oleh Karteker. Tak hanya itu, juga muncul kabar bahwa untuk PAC dan PAC yang ingin lolos harus membayar untuk meloloskan SK dan nilai Akreditasi,” kata Hartono kepada Kabarjatim ditemui di sekitar area Konferwil Ansor Jatim 2019 di Ponpes Syabilurrosyad, Malang, Minggu (28/7/2019).

Lebih jauh Hartono menjelaskan, ratusan PAC yang tidak bisa memberikan hak suara diantaranya PC Kabupaten Blitar dari 22 PAC, yang tidak bisa memberikan suara sebanyak 14 PAC. Kemudian, Kota Blitar 3 PAC tidak bisa memberikan hak suara.

Selanjutnya, Kabupaten Kediri dari 26 PAC yang tidak bisa memberikan hak suara sebanyak 15 PAC. “Yang paling parah adalah tuan rumah konferwil yakni PC dan PAC Kota Malang yang sebelumnya tidak bisa memberikan hak suara namun tadi pagi diberikan Dua suara dengan alasan hadiah,” jelas Hartono.

Data tersebut, yang masuk hari ini. Belum ditambah PC dan PAC yang lain. Masih banyak, wilayah lain yang memiliki nasib serupa. “Wilayah lain juga memiliki nasib serupa tidak bisa memberikan hak suaranya di konferwil ini,” tambah Hartono.

Hartono berharap, sebelum terjadinya proses pemilihan ini pihak karteker harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan organisasi. Artinya, PAC yang memenuhi syarat harus bisa memberikan hak suara. Mereka, lanjut Hartono, jauh-jauh datang hanya untuk organisasi bukan untuk kepentingan pribadi.

“Jangan sampai semangat organisasi ini, terciderai oleh kepentingan-kepentingan praktis. Yang menjadi preseden buruk bagi Ansor Jatim ke depan,” jelas Hartono.