Alasan Melejitnya Elektabilitas Khofifah-Emil Melewati Gus Ipul-Puti

oleh -

JAKARTA – Hasil survei Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 yang diselenggarakan Alvara Research Center cukup mengejutkan, lantaran elektabilitas Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul cukup besar dari Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, mengatakan pasangan Khofifah-Emil mampu meraup suara sebesar 48 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti hanya mendapatkan 41,9 persen suara.

“Hasil survei ini cukup mengejutkan karena pada survei sebelumnya September 2017 lalu, elektabilitas Khofifah hanya 35,9% di bawah Saifullah Yusuf dengan 46,6%,” ungkap Hasanuddin di Oria Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Hasanuddin menerangkan, elektabilitas Khofifah saat berpasangan dengan Emil mengalami lonjakan signifikan, yakni 11,1%. Sedangkan Gus Ipul saat berpasangan dengan Puti justru mengalami penurunan drastis sebesar 5,1%.

Hasanuddin memaparkan, ada tiga alasan yang mendasari melejitnya elektabilitas Khofifah-Emil. Pertama, keduanya dianggap merupakan kombinasi pasangan ideal, di mana Khofifah memiliki pengalaman dan usia yang matang. “Sementara Emil Dardak adalah sosok intelektual dan mewakili generasi milenial,” jelasnya.

Kedua, lanjut Hasanuddin, pemilih menilai program-program Khofifah-Emil lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari tingginya elektabilitas paslon tersebut pada kategori pemilih rasional. “Dan ketiga, pasangan Khofifah-Emil dipersepsikan memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini terlihat dari unggulnya paslon tersebut di Indeks Candidate Quality, Candidate Competency, Recommendation Level dan Trusted Level,” terang dia.

Masyarakat Jawa Timur, menurut Hasanuddin, mengharapkan lima prioritas pembangunan berdasarkan hasil surveinya, yakni lapangan kerja, penanganan kemiskinan, stabilitas harga sembako, pelayanan kesehatan, dan sarana pendidikan.

Survei Pilgub Jawa Timur Alvara Research Center digelar pada 29 April hingga 5 Mei 2018, menggunakan metode multistage random sampling, melalui wawancara tatap muka terhadap 800 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Responden tersebar secara proporsional di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Survei mempunyai tingkat kepercayaan 95%, serta margin of error 3,46%.

Editor: Ahmad Saefullah