Aksi Bela Tauhid, Polda Jatim Imbau Masyarakat Tak Turun ke Jalan

oleh -
Aksi di Sampang (Foto: Junaidi/Kabarjatim)

SURABAYA – Ribuan anggota ormas Islam di Jawa Timur yang bergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim akan menggelar aksi bela tauhid di Mapolda Jatim, Jumat (2/11/2018).

Kepolisian Daerah (Polda) Jatim pun mengimbau agar aksi turun ke jalan itu dihentikan. “Kami imbau jangan turun ke jalan, karena bisa mengganggu kemacetan, ketertiban lalu lintas,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Barung menegaskan bahwa imbauan itu juga telah disampaikan beberapa kali oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam setiap kesempatan. Ia berharap masyarakat menahan diri dan tidak membesar-besarkan masalah pembakaran bendera simbol organisasi terlatang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu.

“Orang yang membawa bendera juga telah ditangkap, masalah ini juga sudah ditangani pihak kepolisian. Jadi kami imbau masyarakat tidak usah turun jalan,” ujarnya.

Terkait aksi itu, Barung mengaku telah surat pemberitahuan terkait kegiatan tersebut. Rencananya jumlah massa aksi yang akan terlibat sekitar 10.000 orang. “Meski massa tetap turun jalan, kami dari pihak kepolisian tetap akan mempersiapkan pengamanan,” kata Barung.

Aksi Parade Tauhid digelar sekitar pukul 13.00 WIB, hari ini. Sebelum aksi parade, massa terlebih dahulu akan long march dimulai dari masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) hingga ke depan Mapolda Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Aksi ini digelar sebagai respons dari pembakaran bendera yang dianggap sebagai bendera bertuliskan Tauhid yang terjadi pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, pada Senin, 22 Oktober 2018.

Sementara itu, aksi serupa sudah dilakukan di Sampang, kemarin. Massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) memadati monumen Kabupaten Sampang. Mereka membentangkan bendera bertuliskan kalimat tauhid di sepanjang areal jalan depan tugu monumen Jalan Trunojoyo Sampang.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap aksi pembakaran kalimat tauhid yang terjadi di Garut beberapa waktu yang lalu. Mereka berharap tidak terjadi lagi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Korlap aksi Kyai Faurok Alawi menyampaikan, aksi tersebut tidak hanya diikuti kalangan santri dan ulama Sampang, tapi juga ada yang dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. “Kami mengecam keras atas pembakaran bendera kalimat tauhid yang dilakukan oleh oknum banser di Garut,” ucapnya.

Editor: Ahmad Saefullah