Akhir Tahun, Gubernur Jatim Dan KPw BI Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

oleh -

SIRABAYA – Menjelang penutupan tahun 2019 dan hari raya Natal untuk wilayah Jawa Timur mengupayakan stok kebutuhan beras, daging, telur ayam, BBM dan daya listrik di dipastikan aman

Hal tersebut di utarakan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa Gubenur Jawa Timur ditemui usai Rakorwil bersama TPID di Kantor BI Jawa Timur, Kamis (12/12/2019).

Selain itu, Khofifah mengatakan, stok daya listrik juga dikatakan aman ada 150 mobil PLN yang akan mobile untuk memberikan pelayanan.

“Untuk bahan pangan dipastikan aman dan kesiagaan mobil PLN sudah dipersiapkan, karena dipergantiam cuaca potensi dengan angin kencang ,” ujar Khofifah.

Sedangkan untuk stok BBM, Khofifah, menjelaskan, bahwa Pertamina memastikan kesiap siagaannya cukup, kemungkinan ada peningkatan sampai 7 %, karena sangat mungkin dari wilayah barat yang akan menyeberang ke Bali melalui jawa timur, pihaknya memastikan stok BBM aman.

Dengan adanya stok bahan makanan dan BBM yang dipastikan aman, sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak menimbun. “Untuk penimbunan bahan pokok dan BBM tidak perlu dilakukan karena saya jamin hingga akhir tahun 2019 masyarakat Jawa Timur tidak akan kekurangan,” tambah Gubernur Jawa Timur.

Keterjagaan kebutuhan pokok dan BBM di Jawa Timur dengan dibuktikan hasil dari mengendalikan inflasi di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur, per November 2019 inflasi Jawa Timur mencapai 2,20 persen year on the year (yoy). Ini merupakan terendah se Jawa.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengapresiasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim berhasil mengawal inflasi mencapai 2,20 persen year on year (yoy) pada November 2019.“Ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah inflasi Jatim berada di bawah 3 persen. Selain itu, inflasi Jatim terendah se-Jawa,” jelasnya.

Kata Difi, Bank Indonesia masih memperkirakan inflasi Jatim hingga Desember 2019 mencapai sekitar 2,5-2,6 persen (yoy).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan kementerian Koordinator Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Pusat, Iskandar Simorangkir mengatakan, bisa menurunkan inflasi di daerah, artinya kepala daerah tersebut berhasil menyejahterakan masyarakat. Pengendalian inflasi sangat berkaitan erat dengan usaha penanggulangan kemiskinan, khususnya pengendalian inflasi bahan makanan. Penduduk miskin sangat rentan terhadap kenaikan harga, khususnya harga kelompok makanan.

Secara nasional kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan 73,66 persen,” katanya sambil menjelaskan Inflasi Nasional hingga November 2019 mencapai 3 persen (yoy), sedangkan akumulasinya mencapai 2,37 persen.

Jika suatu daerah berhasil menurunkan inflasi, lanjutnya, maka daerah tersebut mendapatkan dana insentif daerah (DID) dari pemerintah pusat. Iskandar memaparkan, kondisi Jawa Timur, secara umum realisasi saat HBKN Natal dan Tahun Baru di kota-kota di Provinsi Jawa Timut di atas realizasi nasional kecuali Kota Kediri. Kondisi ini juga terjadi pada realizasi inflasi Bulan November 2019. “Ada pola menarik di hampir seluruh kota di Jawa Timur ada penurunan inflasi,” tuturnya.

Kegiatan HLM dan Rakorwil TPID Jawa Timur 2019 bertema “Strategi Pengendalian Inflasi Jawa Timur Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) (Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2020) dan Aksi Nyata di Tahun 2019. Dihadiri pula Kepala BPPP Kementerian Perdagangan RI, bupati/walikota se-Jawa Timur, pejabat di lingkungan OPD Pemprov Jawa Timur

Seusai HLM-Rakorwil TPID Jawa Timur, Gubernur Khofifah bersama Kepala KPw BI Jawa Timur melepas kontainer pengiriman beras ke Nabire sebanyak 1.500 ton, Sorong 1.000 ton, Jayapura 1.000 ton, dan Ambon 500 ton. Atau total 4.000 ton.