Ahmad Dhani Jalani Sidang Perdana di PN Surabaya

oleh -

SURABAYA-Ahmad Dhani Prasetya (ADP) menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian di Ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuna, Surabaya, Kamis (7/2/2019). Dalam sidang tersebut, ADP mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Tahanan Politik’ berwarna kuning serta blankon khasnya.

Dia dibarengi dengan beberapa koleganya serta tim kuasa hukum sebelum duduk di kursi pesakitan PN Surabaya.

Hendak beranjak duduk, ratusan pengunjung baik warga maupun awak media mengerubuti politisi Partai Gerindra tersebut.

Sidang dimulai dengan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahkmat Hari Basuki yang mendakwa pentolan grup Dewa 19 ini dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI NO. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no. 11 tahun 2008 tentanf UU ITE.

Selain itu, JPU Rakhmat meminta kepada majelis hukum untuk penetapan pengalihan penahanan ke Rutan Klas I Medaeng, Surabaya.

“Surat penetapan no. 386/Pen.PID/2019/PT.DKI
sejak 29 januari 2018 dimana terdakwa dialihkan penahanannya ke Rutan Medaeng,” kata JPU Rakhmat.

Menanggapi hal itu dengan tegas pihak kuasa hukum menolak dengan mengajukan eksepsi atas pengalihan penahanan tersebut.

“Kami juga ada penetapan dari Pengadilan Tinggi dalam surat no. 385/Pen.PID/2019/PT.DKI, berarti ada dua penetapan tgl 31 januari asumsi kita perkara ini kan pinjam saja maka penetapan di Rutan Cipinang,” tegas kuasa hukum Dhani.

“Kami keberatan, beliau (terdakwa) melalui kami juga keberatan bila dipindahkan di Medaeng,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua majelis Anton Widyopriyono menjelaskan bahwa surat yang dipegang oleh JPU merupakan surat tentang penetapan pemindahan penahanan sedangkan surat yang dipegang oleh kuasa hukum surat penahanan di Cipinang terkait kasus di Jakarta.

“Untuk kewenangan memutuskan itu tetap kewenangan Pengadilan Tinggi, jadi selama terdakwa menjalani sidang di PN Surabaya terlalu beresiko jika harus bolak balik dari Jakarta,” terang ketua majelis Anton.

Artinya, ADP akan menghuni Rutan Medaeng selama menjalani sidang di PN Surabaya. Oleh sebab itu, demi menyingkat waktu, sidang akan digelar dua kali dalam seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis.

editor : Nurul Arifin