Agen E-Warung KPM Jombang Keluhkan Pasokan Telur Busuk

oleh -

JOMBANG – Agen penyalur Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mengeluh lantaran telur yang diterima banyak yang pecah dan sebagian mengeluarkan bau busuk.

Dari informasi yang didapat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Sidokerto terdapat 551 warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan dibagi menjadi dua tempat, yakni 276 di Dusun Ngemplak dan 275 di Dusun Branjang.

Maria Ulfa, penyalur e-warung KPM asal Dusun Ngemplak, Desa Sidokerto, menuturkan, ia mendapatkan 276 kg telur dan 3 kg di antaranya dalam kondisi rusak.

“Di tempat saya terdapat 3 kg telur yang rusak, ada yang cuma retak, ada juga yang berlobang,” ucapnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (21/11/2018).

Ia menambahkan, sudah melaporkan ke agen pengirim telur juga kepada Dinas Sosial selaku pengadaan program tersebut. Untuk telur yang rusak tidak dibagikan ke warga dan akan disimpan sampai ada ganti dari pihak pengirim telur.

“Agen pengirim telur mau bertanggung jawab, makanya telor yang rusak saya simpan sebagai bukti jika ada pemariksaan dan katanya akan ditukar bila ada pengiriman selanjutnya,” imbuhnya.

Sedangkan di Dusun Branjang sendiri mendapat 275 kg telur, dan sekitar 4 kg mengalami kerusakan bahkan beberapa sudah mengeluarkan bau busuk.

Untuk program BPNT ini setiap penerima tidak hanya mendapatkan telur melainkan juga beras. Dengan jatah 1 kg telur dan beras 7 kg. Penerima juga diwajibkan membawa kartu mirip ATM, selanjutnya digesek di mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai alat pembayaran.

Editor: Ahmad Saefullah