Abu Nawas Menang Kompetisi setelah Bakar Tenda

oleh -
Sumber foto Google
Sumber foto Google

Karena kecerdasan dan kecerdikkan Abu Nawas membuat Sultan Harun Al Rasyid menguji kecerdikkan rakyatnya yang satu ini. Suatu ketika Sultan Harun Al Rasyid menantang Abu Nawas siapa yang paling banyak dikunjungi rakyat. 

Hingga suatu ketika dikeluarkan pengumuman tantangan tersebut. “Abu Nawas dan Sultan Harun Al Rasyid akan berlomba, Kemah siapa yang paling banyak dikunjungi rakyat”. Kompetisi ini digelar di sebuah alon-alon kerajaan. Dan batas waktu penentuan pemenang pada hari itu pukul 00.00 waktu setempat. 

Keesokkan harinya, kompetisi dimulai. Sejak pagi sekita pukul 07.00 Waktu setempat tenda milik Sultan Harun Al Rasyid sudah banyak dikunjungi rakyat. Di kemah milik sultan ini disediakan berbagai makanan, buah buahan dan hiburan. Hingga tanpa dikomando, rakyat langsung datang ke kemah sultan layaknya kondangan. 

Sementara kemah milik Abu Nawas hingga pukul 12.00 waktu setempat masih sepi. Tak satupun orang datang ke kemah itu. Di kemah itu hanya Abu Nawas saja. Tidak ada jamuan makan, tidak ada hiburan. Yang terlihat hanya Abu Nawas saja yang terlihat duduk duduk santai. 

Hari pun semakin malam, hingga pukul 19.00 waktu setempat kemah milik sang Sultan ini juga semakin ramai pengunjung. Dan dapat dipastikan, hampir seluruh rakyat datang ke kemah sultan. Mereka memilih datang ke tempat sultan karena beragam fasilitas dan hidangan ada di kemah tersebut. Sementara datang ke kemah abu nawas tidak ada apa apanya. Yang terlihat hanya Abu Nawas Duduk-duduk santai. 

Bisa dipastikan, jika kondisi ini bertahan hingga pukul 00.00 waktu setempat, maka Abu Nawas akan kalah. Karena, jumlah pengunjung kalah jauh. Tidak ada satupun warga yang datang ke kemah Abu Nawas. Melihat, kondisi ini, Abu Nawas tetap duduk duduk santai tanpa panik sedikit pun. 

Mendekati batas akhir kompetisi, Abu Nawas kemudian membakar kemah miliknya. Api yang tiba-tiba menyala dan membesar, Abu Nawas sembari berteriak “kebakaran… kebakaran… kebakaran,” teriaknya hingga membuat seluruh warga di kemah milik Sultan Harun Al Rasyid pun ikut panik.

Mereka spontan begerak menuju lokasi kebakaran. Para warga pun bahu membahu memadam api. Bahkan, Sultan Harun Al Rasyid pun turut serta datang ke lokasi kebakaran untuk ikut memadamkan api. 

Spontan, kemah milik sultan pun kosong mlompong tak satupun orang dalam kemah tersebut. Karena meraka turut memadamkan api di kemah Abu Nawas. 

Hingga akhirnya, pada pukul 00.00 waktu setempat, seluruh warga yang semula berada di kemah milik Sultan Harul Al Rasyid berpindah ke kemah milik Abu Nawas. Pun demikian, dengan Sultan Harus Al Rasyid juga berada di kemah tersebut. Dan dapat ditebak, dalam kompetisi ini pemenangnya adalah Abu Nawas. 

Strategi ini dipakai Abu Nawas karena setelah dihitung-hitung antara hadiah lomba dan biaya untuk membuat kemah terdapat selisih. Artinya, meski kemah milik Abu Nawas dibakar, namun hadiah dari kompetisi ini cukup banyak. 

Cerita ini hanyalah salah satu anekdot Abu Nawas dan Sultan Harun Al Rasyid. Cerita ini didapat dari KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) dalam sebuah majelis. 

VIN