76 Ribu masyarakat Miskin Bondowoso terancam tak nikmati pelayanan kesehatan gratis

oleh -

BONDOWOSO: 76 ribuan warga miskin di Kabupaten Bondowoso terancam tak menikmati pelayanan kesehatan gratis yang dicover oleh Jamkesda, mengingat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso minim.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso, Adie Krishna, saat melakukan kujungan kerja ke kantor BPJS Bondowoso, Mengatakan hanya 40.058 warga dari total 116.262 warga miskin di Kabupaten Bondowoso ditahun 2020 yang dapat tercover Jamkesda.

“Untuk mengcover 116.262 warga miskin dibutuhkan dana Rp 100 Milyar lebih, sedangkan ketersiadaan anggaran hanya Rp 20,1 milliar itu hanya bisa mencover 40.058 orang, otomatis 76 ribu lebih tidak dicover dan harus dikeuarkan,”Ujarnya. Selasa 21 Januari 2020.

Ia melanjutkan bahwa perlu adanya pemikiran ulang dari Pemda, agar dari 76ribuan ini sekalipun tak tercover semua, setidaknya minimal 60-70 persen bisa tercover melalui program jamkesda.

“Sebenarnya saat pembahasan APBD tahun 2020, kita telah menyarankan melalui Badan Anggaran agar subsidi ini ditambah Rp 50 milliar, Tapi disana ada persoalan-persoalan lain mungkin yang lebih penting. Kita tahu, kita defisit Rp 140 milliar, sehingga yang ini belum bisa tercover,” Ungkapnya.

Karena itulah, pihaknya mendorong Pemkab untuk melakukan terobosan, baik dari sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) atau pun sektor dari sumber keuangan lain.”Ini sudah diberlakukan mulai Tahun 2020 ini, karena anggarannya yang didok kan hanya Rp 20 milliar,”Tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Kemas Rona K mengatakan bahwa hampir 80 persen lebih dari total sekitar 720ribu peserta BPJS dibayar oleh Pemerintah, baik pusat atau pun daerah. Artinya, itu menggambarkan bahwa struktur Bondowoso masih banyak warga kurang mampu.

“Harapan kami hal itu seharusnya jangan sampai terjadi, karena kita tahu di Bondowoso masyarakat miskinnya masih cukup banyak, masyarakat yang masih belum mampu membiayai ketika sakit juga masih banyak. Harapan kami nanti ada solusi-solusi dari Pemerintah,”pungkasnya.(Noe)