663 Madrasah Diniyah di Bondowoso Terima BOP, Ini Pesan Ketua FKDT Jatim

oleh -

BONDOWOSO: Sebanyak 663 Lembaga Madrasah Diniyah di Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliya (FKDT) menerima Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP) dan alat covid 19 dari Kementrian Agama RI. Bantuan tersebut diberikan langsung secara simbolis oleh pengurus FKDT Jawa Timur KH. Satuhan Akbar dan Bupati Bondowoso,  KH. Salwa Arifin di Pendopo Bupati.

Hadir dalam tersebut,Pembina FKDT KH Hasan Abdul Muiz, ketua FKDT Bondowoso Bahrullah, Wakapolres Bondowoso dan segenap undangan lainnya.

Dalam sambutannya KH. Satuham Akbar mengungkapkan bahwa tahap pencairan sesuai dengan SK yang diberikan kepada masing-masing pengurus. “Sudah sesuai, cuman dari sekian banyak yang diusulkan itu memang tidak keluar semua, karena ada tahap kedua, sekarang di Bondowoso yang menerima sekitar 600 lembaga,” katanya, Senin, 28 September 2020.

 
Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan untuk kesehatan dan penyediaan protokol kesehatan di setiap madrasah diniyah. “Tidak hanya kesehatan, bisa juga digunakan untuk uang listrik dan air, tapi bantuan tersebut tidak boleh digunakan sebagai honor guru ngaji karena itu semua sudah ada aturannya,”Ungkapnya.

Ditanya perihal isu pemotongan dana BOP, pihaknya telah menurunkan surat dari Pusat ke Provinsi sampai ke Kabupaten agar tidak melakukan pemotongan. “Tidak hanya surat, kita akan selalu melakukan monitoring agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, bahkan kita  bekerja sama dengan Kemenag untuk melakukan monitoring bersama-sama,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Salwa, bahwa bantuan tersebut tidak boleh ada dipotong oleh siapapun. Karena BOP dan alat Covid-19 bertujuan meringankan dan mendukung proses pendidikan.”Apalagi sekarang kondisi pandemi Covid-19. Tidak layak dipotong. Mestinya kita harus mendukung,” tegasnya.

Menurutnya, semua pihak harus memahami bahwa bantuan yang diserahkan harus digunakan dengan semestinya. Pasalnya, tidak hanya di sektor ekonomi, namun Covid-19 juga mempengaruhi dunia pendidikan. NOE