605 Tenaga Kesehatan Dimobilisasi Bantu Korban Gempa Sulteng

oleh -

SELANG sehari sejak gempa dan tsunami menerjang empat wilayah di Sulawesi Tengah, bantuan tenaga kesehatan dari provinsi terdekat, dikerahkan untuk memberikan pelayanan di wilayah terdampak.

Mulai dari tenaga dokter umum, dokter spesialis, perawat, residen, tenaga gizi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, bahkan tenaga non medis/paramedis diterjunkan ke lokasi bencana. Lebih kurang 605 orang tenaga kesehatan telah dan akan dikirimkan secara bertahap.

Demikian salah satu penjelasan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeleok, Sp.M(K), dalam Ratas Kabinet Kerja di Istana Negara terkait Penanganan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah.

Bantuan tenaga kesehatan berasal dari RS Wahiddin Makassar, RSUP Kariadi Semarang, RSU Dr. Kandou Manado, RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, RSCM Jakarta, RS Terapung KRI Soeharso, TNI, Polri Tim DVI, Tim Dokter Orthopedi, ESDM Siaga Bencana, Pemprov Gorontalo, PSC Dinkes Luwu Utara, PSC Dinkes Tojo Una-una, BTKL Makassar, Litbangkes Kemenkes, MDMC, Dompet Dhuafa, Universitas Andalas Padang, dan Universitas Hasanudin Makassar.

Sehari sebelumnya, kepada sejumlah media yang hadir di Kantor Kementerian Kesehatan, Menkes Nila Moeloek menyatakan bahwa bantuan tenaga kesehatan langsung digerakkan pasca kejadian.

“Sejak hari Sabtu memang kita sudah menggeser tenaga kesehatan yang berdekatan dengan kota Palu, seperti dari Makassar, Gorontalo, dan Manado,” tutur Menkes kepada sejumlah media saat ditemui usai pelaksanaan Apel Siaga Persiapan Asian Para Games 2018 di halaman kantor Kemenkes.

Menanggapi pertanyaan media seputar kesempatan menjadi relawan, Menkes menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk menjadi relawan. Namun, dia mengimbau kepada para relawan mencatatkan diri agar teregistrasi dan tata kerja tetap terkoordinasi dengan baik.

“Kita memang mengerem tenaga kesehatan agar tidak kebanyakan, agar bisa bergantian timnya, jangan sampai menumpuk. Sekarang tidak, sementara nanti kekurangan,” kata Menkes.