Pemberi Hadiah Alphard untuk Rizky Billar dan Lesti Kejora Ternyata Pengusaha Asal Jember

oleh -

SURABAYA – Pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora telah menggelar lamaran di Bandung pada Minggu (13/6/2021). Jelang lamaran, Billar dan Lesti mendapat hadiah Alphard putih dengan pelat nomor L 35 LAR.

Sosok yang memberikan hadiah pernikahan itu adalah pengusaha kaya asal Jember, bernama Basuki Surodjo. Basuki Surodjo menghadiahkan satu unit mobil Alphard tipe terbaru, untuk Lesti dan Rizky Billar.

Diungkapkan oleh Rizky Billar, Basuki adalah salah satu orang terdekatnya. Ia merasa bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang baik. Berikut ungkapan bahagia Rizky jelang melamar Lesti Kejora.

“Alhamdulillah menjelang lamaran kami dapat hadiah pernikahan dari Ko @basukisurodjo. Jadi sebelumnya beliau ini bilang ke saya,’Kaka,saya pengen kasih hadiah pernikahan kalian sesuatu yang bisa kalian gunakan sehari-hari, sesuatu yang bisa kalian ingat, sesuatu yang bisa dikenang’ lalu dihadiahkan lah kami “tunggangan executive” ini hehe,” tulis Rizky Billar di akun Instagramnya.

“Beliau ini salah satu orang baik yang sudah menemani kita dari awal kita ketemu sampe sekarang. Alhamdulillah kami bersyukur sekali sampai saat ini selalu dikelilingi orang-orang baik, semoga kebaikan mereka dibalas kebaikan dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” Rizky Billar menambahkan.

Lantas siapakah Basuki Surodjo?

Pria kelahiran Agustus 1977 itu merupakan pendiri PT Air Mas Perkasa (Airmas Group), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, e-commerce, dan unit usaha lainnya.

Perusahannya ini telah memiliki 24 kantor cabang dan 1.000 karyawan, dikutip dari laman resmi Airmas Group.
Tak hanya itu, Basuki juga melebarkan sayap bisnisnya ke sektor lain, seperti ayooklik di bidang e-catalogue LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Lalu, Ayoo Kopi, Ayoo Jamu, dan Ayoo Snack di bidang food and beverage, Cobasstore sebagai toko perkakas daring, dan usaha lainnya.

Namun, di balik lini bisnis yang ia miliki, tentunya ada perjuangan yang telah diukir di masa mudanya. Basuki punya kisah inspiratif sebelum dirinya sukses menyandang gelar Raja IT Indonesia.

Dilahirkan di Jember, Basuki menempuh pendidikan SD hingga SMP di kota asalnya. Tapi, sejak menempuh SMA, ia harus tinggal bersama tantenya di Surabaya karena saat itu ayahnya mengalami kebangkrutan.

Selepas SMA, Basuki merantau ke Jakarta. Ia meneruskan kuliahnya di Universitas Trisakti pada 1996. Perjalanan kuliahnya pun tidak semulus orang-orang yang bisa menamatkan pendidikannya dengan tepat waktu. Basuki bahkan hampir drop out karena molor kuliah hingga 9 tahun.

Di sela-sela kuliahnya, pria yang akrab disapa Cobaz itu, merintis usaha warung internet (warnet) pada 2001 dengan bermodal 12 komputer. Kala itu, warnet masih jarang di Indonesia sehingga warnet miliknya dengan mudah meraup keuntungan.

Usaha warnetnya ini tentu menyita waktu Basuki. Ia mengaku, kalau dulu dirinya tidak pernah megang uang, tapi saat punya usaha warnet, sudah enak punya uang sendiri sehingga lupa segalanya termasuk harus menyelesaikan kuliahnya yang terancam drop out.

Walaupun sudah molor hingga 9 tahun, Basuki tetap berkomitmen untuk lulus di akhir masa studinya itu. Ia menyelesaikan dua mata kuliah lagi sambil meminta bantuan kepada dosennya agar ia bisa lulus.

“Terakhir, saya ngomong sama dosennya, ‘Pak bantu lah, Pak. Kalau Bapak gak ngasih B, Bapak kasih E, saya DO, lho, Pak’. Akhirnya saya lobi-lobi, dan dikasih B, lulus,” kenang Basuki dalam video di kanal YouTube Success Before 30.

Sementara untuk usaha warnetnya yang bermodal dengan 12 unit komputer, lama-lama semakin bertambah jadi 40 komputer, 80 komputer, dst. Di samping membuka warnet, ia juga punya usaha refleksi kaki.

Beberapa tahun sukses dengan usaha warnetnya, Basuki melihat sudah tidak menguntungkan lagi karena tren warnet mulai menurun. Kemudian, ia menjualnya kepada salah satu pemain yang langganan di warnetnya.

Titik Balik dan Mendirikan Bisnis IT

Setelah gagal dari usaha warnetnya, Basuki tidak meratapi nasibnya. Ia kembali menekuni bisnis di bidang yang lain. Pada 2007, ia mendirikan PT Garda Nusantara, cikal bakal dari PT Air Mas Perkasa. Awalnya, ia memulai dengan bisnis penyedia Alat Tulis Kantor (ATK) untuk kantor pemerintahan.

Di tahun berikutnya, ia memenangkan tender pertamanya di Bappenas. Dari kemenangannya ini, membuka jalan Basuki untuk meraih kemenangan di tender lainnya.

Pada 2009, PT Garda Nusantara berubah menjadi PT Air Mas Perkasa (Airmas Group) dengan langkah awal menjual printer dan scanner melalui online. Kemudian, perusahannya ini semakin berkembang dan menjadi partner brand IT internasional sebagai dealer peralatan kebutuhan IT.

Dari tahun ke tahun, perusahaan yang didirikan Basuki ini selalu mengalami peningkatan. Bahkan, penjualan Airmas Group pernah mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun (dikutip dari website Basuki Surodjo). Kini, Airmas Group menjadi salah satu penyedia perlengkapan IT terbesar di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.