2.127 BLK Komunitas Jawaban Atas Tantangan Bonus Demografi

oleh -

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan tengah serius mengembangkan dan memperkuat BLK Komunitas, sebagai salah satu jawaban bagi tantangan ketenagakerjaan saat ini.

Tantangan ketenagakerjaan yang dimaksud adalah bonus demografi; revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi. BLK K juga diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Stafsus Menaker), Caswiyono Rushdie Cakrawangsa dalam Workshop Peta Jalan Kemandirian Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK K), yang berlangsung selama tiga hari (7-9 Juni 2019) di Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Rangkaian perhelatan Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahan & Peresmian BLK Komunitas 2020 di Pondok Pesantren Cipasung kemarin, telah menoreh makna penting. Di samping menjadi penanda dimulainya operasional 1.014 BLK Komunitas yang dibangun tahun 2020, juga meneguhkan upaya penting untuk memastikan semua BLK Komunitas yang jumlahnya kini mencapai 2.127, menjadi lembaga pelatihan yang mandiri dan profesional,” ujar Stafsus Menaker, Rabu 9 Juni 2021.

Kemandirian BLK K itu, menurutnya, ditandai dengan terbentuknya secara resmi Forum Komunikasi Nasional BLK Komunitas; terjalinnya kemitraan strategis dengan berbagai stakeholders; adanya peta jalan kemandirian BLK Komunitas, serta; ditetapkannya 25 BLK Komunitas terbaik menjadi Inkubator Kewirausahaan.

“Ini semua merupakan ikhtiar nyata Bu Menaker Ida Fauziyah dalam mempercepat pembangunan sumberdaya manusia dan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Penetapan 25 BLK K sebagai inkubator usaha itu, adalah hasil seleksi dari 40 BLK K unggulan, periode pembangunan tahun 2017 yang mengikuti workshop bertajuk Peta Jalan Kemandirian BLK K, di Tasikmalaya.

Menurut Stafsus Menaker, Pengembangan BLK Komunitas membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. BLK K juga diproyeksikan untuk menjadi pemeran utama dalam ekosistem pelayanan ketenagakerjaan di Indonesia.

“BLK Komunitas harus jadi pemeran utama dalam link and match antara dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia kerja dan usaha. Karenanya, BLK Komunitas juga harus menjadi inkubator wirausaha, dan berperan menyiapkan kompetensi calon pekerja, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI), terutama di kantong PMI,” tuturnya.

BLK K juga akan ditransformasikan sebagai wadah pengembangan talenta muda Indonesia, selaras dengan upaya peningkatan sumber daya manusia yang saat ini terus dilakukan.

Dalam upaya transformasi BLK K tersebut, Kemnaker juga mengupayakan perluasan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai stakeholder dan perusahaan.

Tujuannya, agar BLK K semakin mandiri, mampu meningkatkan kualitas pelatihan, serta menempatkan alumni pelatihannya sebagai pekerja terampil, maupun sebagai wirausahawan.

“Tahun ini kerjasama itu kami perluas. Kita akan melakukan penandatangan MOU-nya, Kementerian Ketenagakerjaan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Masyarakat Ekonomi Syariah, PT Telkom, Martha Tilaah, Perhimpunan Paricara Usada Indonesia, PT Panasonic, Bank Syariah Indonesia, Himpunan Kawasan Industri, Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia, PT Pergadaian, dan PT Polytron,” ujarnya.

Sementara, salah satu BLK K unggulan, yang hadir, yakni BLK K Pondok Pesantren Giri Kusumo, yang fokus pada satu program pelatihan Teknik Sepeda Motor (TSM), di Kabupaten Demak, telah menunjukkan kemandiriannya, dengan melahirkan lulusan yang ditampung oleh PT Astra dan Honda, serta wirausahawan yang membuka bengkel di kampong asalnya masing-masing.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Kemnaker. Berdirinya BLKK memberi banyak manfaat dalam membekali santri-santri dan masyarakat sekitar lingkungan pesantren keterampilan otomotif. BLKK Giri Kusumo telah lakukan MoU-Mou dengan banyak perusahaan otomotif dan bengkel diantaranya Bengkel Astra dan Honda. Kerjasamanya dalam bentuk magang setelahnya mereka direkrut sebagai karyawan,” ujar Muhammad Hanif Maimun, Kepala BLKK Pon-Pes Giri Kusumo.

BLK K Giri Kusumo, merupakan satu dari sekian Lembaga atau Yayasan yang menerima manfaat program pembangunan BLKK Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sejak berdiri di tahun 2017, BLKK Pon-Pes Giri Kusumo, sudah banyak meluluskan tenaga terampil dan berkompeten.

Di tahun pertama berdiri telah melatih dan berikan sertifikat keahlian sebanyak 80 orang. Ditahun-tahun berikutnya BLKK Giri Kusumo meluluskan 32 peserta, setiap tahunnya, total 176 alumni ditahun 2020. Kemampuan dan keahlian dimiliki para alumni pun diminati dunia Industri dan Usaha. Kini BLKK Pon-Pes Giri Kusumo telah menjalin kerjasama dengan PT. Astra dan Honda.

No More Posts Available.

No more pages to load.