Kasus Covid-19 Naik Drastis di Bangkalan, LIRA Minta Pemprov Jatim Ikut Tanggung Jawab

oleh -

BANGKALAN – Kasus Covid-19 di Bangkalan semakin naik hingga RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan me-lockdown Instalasi Gawad Darurat (IGD). Surat permohonan lockdown banyak tersebar di medsos yang ditandatangani oleh direktur RSUD untuk ditujukan kepada Bupati Bangkalan.

Surat yang dirilis tanggal 5 Juni 2021 tersebut berisi permohonan kepada bupati untuk lockdown IGD selama 3 hari pada 5-8 Juni 2021 karena adanya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 dan juga adanya tenaga kesehatan yang wafat dengan terkonfirmasi Covid-19.

Dalam broadcast via group WA, terdapat 29 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, hingga membuat dua Puskesmas yaitu Arosbaya dan Tongguh menerapkan micro Lockdown dan menutup layanannya hingga 14 hari kedepan.

Massifnya kasus Covid-19 di Bangkalan memantik reaksi LSM LIRA. Pengurus LSM LIRA Mahmudi Ibnu Khotib menyikapi bahwa kejadian ini juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami lakukan investigasi, banyak terdapat TKI dan Tenaga Kerja Pelayaran Luar Negeri yang pulang kampung saat Lebaran tanpa dilakukan penyekatan dan karantina ketat sejak dari Bandara hingga di area Jembatan Suramadu,” ujar Mahmudi.

“Ibu Gubernur Khofifah, harus ikut bertanggung jawab bila kasus di Bangkalan ini semakin tak terkendali, apalagi hanya sibuk merayakan Ultah,” imbuhnya.

Mahmudi menambahkan, “Ini mungkin juga akibat pernyataan bu Gubernur, bahwa masyarakat madura sakti-sakti, sehingga masyarakat Madura lengah atas pernyataan tersebut.”

Seperti diketahui bersama, warga Madura merupakan masyarakat perantauan dan menjelajah ke beberapa Negara, seperti Malaysia, Singapura, Saudi Arabia, Hongkong hingga USA dll.

Dalam tradisi Madura, bila memasuki Bulan Puasa dan Idul Fitri ada tradisi Toron (Mudik), hal ini diduga menjadi pemicu dan klaster penyebaran Covid19 di beberapa kecamatan seperti Bangkalan, Arosbaya dan Klampis.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, telah menetapkan 3 Kecamatan tersebut sebagai Zona Merah, serta Dinas Pendidikan Bangkalan mengeluarkan kebijakan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang baru dimulai sepekan juga mulai dihentikan terhitung sejak Senin, 7 Juni 2021 sampai waktu yang belum ditentukan.

No More Posts Available.

No more pages to load.