Saham BBCA Masih Jadi Incaran Investor Asing

oleh -
Ilustrasi Pasar Saham
Ilustrasi Pasar Saham

SURABAYA-Meski dimasa Pandemia Covid-19 namun aktivitas ekonomi mulai memberikan dampak positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kredit perbankan tumbuh 0,01% secara ytd menjadi Rp 5.482 triliun di 4 bulan pertama 2021. Secara tahunan, kredit masih terkontraksi sebesar 2,28% namun membaik dibandingkan posisi per Maret 2021 yang minus 3,8%.

Berdasarkan data analisis uang beredar yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI), kredit yang disalurkan kepada nasabah korporasi mengalamai perbaikan.

Per April 2021, kredit korporasi terkontraksi sekitar 5,6% yoy dibandingkan per Maret yang minus 6,4%, Hal ini menandakan, permintaan kredit dari sejumlah korporasi mulai menggeliat.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja, seperti dikutip harian Investor Daily. Debitur korporasi, lanjut dia, mulai menambah pinjamannya, terutama di sektor perkebunan.

Namun, ia enggan menyebut angka pertumbuhan yang dicapai. Tahun ini BBCA optimistis kredit bisa tumbuh 4-6%. OJK pun optimistis kredit perbankan pulih sepanjang tahun ini dan tahun depan adanya momentum pemulihan ekonomi bisa menjadi titik balik bagi pertumbuhan industri perbankan.

Berdasarkan rencana bisnis bank yang dihimpun OJK, pertumbuhan kredit tahun ini diproyeksikan mencapai 7,13% atau mencapai Rp 390,84 triliun. Di tahun 2022 mendatang, diperkirakan kredit perbankan bisa tumbuh hingga 9,3%.

Outlook penyaluran kredit yang positif ini membuat saham BBCA terus diburu oleh para investor, termasuk investor asing. Pada perdagangan Kamis (3/6), total transaksi BBCA mencapai Rp 873,47 miliar.

Saham bank milik Grup Djarum menjadi yang paling banyak dibeli oleh para pemodal asing dengan total nilai beli bersih mencapai Rp 227,65 miliar.

No More Posts Available.

No more pages to load.