1,8 Juta Orang Positif, Menkes Prediksi Puncak Kenaikan Covid-19 Akhir Juni

oleh -

JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Tanah Air tercatat hari ini bertambah 5.662 kasus, sehingga akumulasi saat ini lebih dari 1,8 juta kasus atau sebanyak 1.821.703 kasus.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 67.861 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 56.125 orang dan kasus aktif sebanyak 102.006 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus aktif terus mengalami peningkatan usai libur lebaran. Lantaran itu dia memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 pada akhir Juni.

“Kemarin kita sudah menyentuh kembali angka 100.000 kasus aktif. Naik dari paling rendah kita sempat sampai di bawah 90.000. Jadi sudah ada kenaikan. Walaupun angka ini memang masih jauh di bawah angka puncak yang pernah kita capai di awal tahun yang berkisar di angka 170.000,” ujarnya seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (31/5/2021).

Dia mengatakan saat rapat terbatas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menanyakan terkait dengan sampai kapan tren kenaikan kasus terus terjadi. Dia menyebut bahwa dari pengalaman sebelumnya kenaikan kasus bisanya 5 sampai 7 minggu seusai momen liburan.

“Basanya kenaikan itu akan menyampai puncaknya sekitar 5 sampai 7 minggu.Jadi kemungkinan akan adanya kenaikan kasus diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan ini (Bulan Juni),” tuturnya.
Budi mengatakan bahwa presiden ingin agar semua daerah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “Sehingga arahan bapak presiden adalah dipastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M dengan baik,” pungkasnya. Dita angga

Senada dengan Menkes, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah kasus aktif Covid-19 di Tanah Air per 31 Mei 2021 sebanyak 102.006 kasus. Jumlah ini meningkat sebanyak 367 kasus dari hari sebelumnya.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah pun mengatakan bahwa kasus aktif Covid-19 sempat mengalami penurunan dan bertahan cukup lama yakni selama 14 minggu. Namun, saat ini kembali meningkat.

“Kalau kita lihat, kita sempat mengalami penurunan kasus aktif yang cukup lama bertahan selama lebih dari 14 minggu, dengan penurun dan maksimal minus 45% dari puncak. Puncak kita di awal Februari dengan total kasus aktif 176.672,” ujar Dewi pada Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Senin (31/5/2021).

Dewi mengatakan dalam 7 hari terakhir jumlah kasus aktif Covid-19 kembali mengalami peningkatan. “Kemudian di sini bisa kita lihat, kasusnya mulai meningkat. Kemudian kalau kita lihat pada pekan terakhir, dalam 7 hari terakhir kita saat ini telah mengalami peningkatan jumlah kasus aktif.”

“Biasanya nilainya minus, tapi saat ini nilainya sudah plus. Artinya dalam 1 minggu terakhir terdapat penambahan jumlah kasus aktif sebesar 8.792 kasus,” katanya.

Dewi mengatakan jika dilihat berdasarkan persentase kasus aktif, ada beberapa daerah yang mengalami penurunan. “Ini yang kita ingin lihat namun ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan.”

Daerah yang kasus aktif Covid-19 mengalami peningkatan di antaranya provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Aceh, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Banten dan Maluku.

Dalam seminggu terakhir terdapat 17 provinsi dengan tren kenaikan persentase kasus aktif. Sedangkan ada 16 provinsi lain yang mengalami tren penurunan kasus aktif dan 1 provinsi dengan tetap.

No More Posts Available.

No more pages to load.