Diduga Cabuli Puluhan Pelajar, Komnas PA Laporkan Pemilik Yayasan ke Polda Jatim

oleh -

SURABAYA – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan setelah Komnas Perlindungan Anak melaporkan dugaan pencabulan terhadap puluhan pelajar di Kota Batu oleh pemilik yayasan.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait bersama korban serta perwakilan Dispendik Kota Batu mendatangi sentra pelayanan kepolisian terpadu Polda Jatim pada Sabtu (29/5/2021) siang.

Arist menyebut pemilik yayasan pendidikan SPI berinisial JE bukan saja melakukan perbuatan pencabulan, namun juga kejahatan lainnya, seperti memukul serta menendang korbannya. Dari data yang diperoleh Komnas PA jumla korban mencapai puluhan, mulai tingkat SD hingga SMA.

Pelaku diduga melancarkan aksinya sejak 2009 hingga akhir 2020. Jumlah korban yang saat ini ditangani Komnas PA sebanyak 25 anak, tiga di antaranya dengan permasalahan serius.

Sementara, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) SPI Kota Batu Risna Amalia Ulfa merasa tekejut dengan pemberitaan terkait adanya praktik kekerasan seksual, kekerasan fisik dan verbal, serta eksploitasi ekonomi terhadap para siswanya.
“Kami juga kaget dan merasa aneh dengan pemberitaan tersebut. Karena sesungguhnya yang diberitakan itu sama sekali tidak benar,” ucap Risna saat dihubungi.

Pihaknya menerangkan, tak mengetahui siapa yang memasukkan bahan pelaporan terkait kejahatan luar biasa tersebut, dan motif yang dimiliki pelapor tersebut. Menurutnya, sejak bekerja di sekolah tersebut, tidak pernah ada kejadian yang dituduhkan itu.

“Saya di sekolah ini sejak berdiri pada 2007. Saya menjadi kepala sekolah, dan ibu asrama sampai saat ini. Tidak pernah ada kejadian seperti yang disampaikan, sama sekali tidak ada,” ujarnya.

Pihaknya kini tengah berupaya melakukan penelusuran mengenai tuduhan yang disangkakan ke pihaknya. Risna menduga ada pihak yang memiliki tujuan tidak baik terhadap sekolah.

No More Posts Available.

No more pages to load.