Internal Auditor Berperan Penting Selamatkan Perusahaan di Era Disrupsi

oleh -
Rektor Jember Iwan Taruna saat menjadi pembicara seminar

JEMBER – Kondisi dunia yang mengalami disrupsi di segala bidang membuat semua organisasi dan perusahaan wajib ekstra kerja keras menghadapi perubahan yang tak menentu. Disrupsi bisa disebabkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau bahkan seperti sekarang, akibat pandemi Covid-19.

Dalam kaitan ini, profesi internal auditor sebagai salah satu fungsi vital di organisasi atau perusahaan harus menjadi mitra terpercaya agar mampu membawa organisasi selamat mengarungi lautan perubahan. Hal ini disampaikan anggota Dewan Gubernur The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA), Yullyan, secara daring di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (24/5/2021).

Menurut Yullyan, internal auditor memiliki peran penting dalam organisasi karena menjalankan audit keuangan, audit kinerja, mengawasi proses bisnis perusahaan, memberikan konsultasi serta penilaian secara obyektif atas pencapaian organisasi atau perusahaan. Termasuk menjadi ujung tombak pencegahan korupsi di sebuah organisasi.

“Intinya internal auditor harus jadi penasehat terpercaya bagi organisasi atau perusahaan di era disrupsi. Hanya saja internal auditor tidak memberikan penilaian seperti Wajar Tanpa Pengecualian, Wajar Dengan Pengecualian dan sebagainya seperti yang dilakukan oleh eksternal auditor,” ujar Yullyan yang tampil dalam webinar bertema “Internal Auditor Sebagai Trusted Advisor Dalam Lingkungan Terdisrupsi” yang digelar oleh FEB Universitas Jember dengan IIA.

Yullyan lantas mencontohkan kala pandemi Covid-19 mulai merebak, seorang internal auditor harus mampu memetakan situasi, membuat standar operasional prosedur penangulangan Covid-19 hingga memprediksi akibat pandemi Covid-19 terhadap organisasi atau perusahaan.

Begitu pula saat dunia dikenalkan dengan mata uang krypto, maka seorang internal auditor pun harus tahu apa itu mata uang krypto sehingga mampu memberikan masukan kepada organisasi sehingga organisasi bisa menghasilkan kebijakan dan strategi yang tepat.

Oleh karena itu Yullyan menyarankan setiap internal auditor selalu berlaku profesional dengan menguasai disiplin ilmunya, baik terkait keilmuan akuntansi dan audit maupun ilmu pengetahuan lainnya. Kedua, mampu membangun relasi yang baik dengan kolega dan pimpinan serta memiliki sikap kepemimpinan yang kuat. Ketiga seorang internal auditor harus seorang pembelajar, memiliki pandangan terbuka serta patuh pada aturan dan etika auditor.

“Untuk menjadi penasehat terpercaya bagi organisasi internal auditor juga harus tahu, paham dan aware bisnis organisasinya, kondisi industri dimana perusahaan berada sambil mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengatakan, era saat ini digambarkan banyak pakar sebagai era VUCA, yakni Volatility (penuh gejolak), Uncertainity (ketidakjelasan), Complexity (kompleks) dan Ambiguity (ambigu) yang menyebabkan banyak perubahan atau disrupsi di semua bidang kehidupan.

“Dunia pendidikan tinggi pun tak luput dari disrupsi, contoh kecilnya seperti yang dilakukan oleh FEB Universitas Jember dan IIA saat ini. Kuliah dan seminar secara daring makin banyak, kemudian para praktisi dari berbagai bidang saat ini bisa dengan leluasa memberikan materi kuliah melalui webinar kepada warga kampus dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujar Iwan Taruna.

No More Posts Available.

No more pages to load.