Reses ke Mojokerto, Masyarakat Keluhkan Pertanian dan Ekonomi ke Mas Atho’

oleh -

MOJOKERTO: Masalah pertanian dan perekonomian menjadi aspirasi yang paling dominan dikeluhkan masyarakat. Ini diketahui saat anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah alias Mas Atho’, menggelar serap aspirasi (reses) II tahun 2021di halaman Rumah Gus Masduki di Desa Klinterejo Kec. Sooko Kab. Mojokerto, Kamis (6/5/2021).

Kegiatan yang digelar 10 hari terakhir bulan Ramadhan itu, Mas Atho’ memulainya dengan memberi santunan kepada anak yatim. Harapannya, acara tersebut mendapat berkah dan bisa menemukan solusi bagi masyarakat. “Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini, mudah-mudahan kita semua mendapat Lailatul Qodar,” kata Mas Atho’, memulai sambutannya. 

Mas Atho’ menyampaikan bahwa agenda Reses II dilaksanakan, karena pentingnya wakil rakyat untuk mendengar keluhan, dan menerima saran untuk diperjuangkan ke Pemprov Jawa Timur. Nantinya, hasil reses akan disampaikan ke Pemprov Jatim melalui sidang paripurna di DPRD Jatim. 

“Kita semua disini duduk berdiskusi bersama untuk menemukan solusi terbaik yang dialami masyarakat, Insyaallah juga tercatat sebagai Amal Ibadah di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat bebas menyampaikan aspirasi untuk dicarikan solusi kepada pemerintah. Salah satu warga Klinterejo, Sulaiman, menyampaikan keluhannya tentang harga panen padi yg dinilai tidak sesuai dengan biaya tanam. 

“Kami merasa dipermainkan dengan harga penjualan saat kami panen. Mungkin wakil kami baik yg di DPRD Provinsi Jatim maupun kabupaten, bisa merumuskan regulasi yang tepat mengenai hasil panen kami, mungkin salah satunya lewat bulog ataupun lainnya,” kata Sulaiman. 

Selain Sulaiman, Nur mewakili ibu-ibu juga menyampaikan harapan kepada Mas Atho’ terkait pentingnya pembeedayaan masyarakat melalui skill atau keahlian apapun, guna meningkatkan perekonomian rakyat. “Kami juga butuh diberdayakan, mungkin salah satunya dengan memberi pelatihan pembuatan produk, atau mungkin bisa diberikan bibit buah atau sayur yang bisa kami rawat dikebun kami, harapannya agar kami sebagai ibu rumah tangga juga bisa diberdayakan,” kata Nur.

Setelah mendengar berbagai keluhan masyarakat, Mas Atho berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan yang dikeluhkan masyarakat. Utamanya adalah soal ekonomi masyarakat. “Tentu kami akan meneruskan dan mengawal pemerintah, agar aspirasi masyarakat terwujud, yang kemudian masyarakat bisa sejahterah,” ujar Mas Atho’. 

Politisi PKB itu juga menyampaikan terkait banyaknya peluang ekonomi melalui bisnis, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya pelatihan membuat kue, hidroponik, dan lainnya. “Yang jelas, kami akan bantu agar masyarakat bisa dapat pelatihan keahlian, itu sangat penting untuk meningkatkan UMKM. Karena roda perekonomian dampak terbesar berasal dari UMKM,” kata pria kelahiran Denanyar, Kabupate Jombang tersebut.

Seperti diketahui, seluruh anggota DPRD Provinsi Jatim masa bakti 2019-2024 telah melangsungkan masa reses selama tiga hari. Reses merupakan kegiatan anggota DPRD untuk menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen.

Dari hasil tersebut, para wakil rakyat itu akan menyampaikan ke Pemprov Jatim melalui sidang paripurna di DPRD Jatim. Serap aspirasi sendiri merupakan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.