Larangan Mudik, Mas Atho’ Ajak Masyarakat Patuhi Arahan Pemerintah Untuk Cegah Penularan Covid-19

oleh -

SURABAYA: Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, mengajak masyarakat untuk tidak mudik lebaran tahun ini. Politisi PKB itu berharap masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah, guna mencegah penyebaran covid-19.

“Larangan mudik salah satu paya pemerintah menekan kasus covid-19, maka itu perlu dukungan dan peran aktif masyarakat, yakni dengan tidak mudik lebaran,” kata Mas Atho’, sapaan akrabnya, disela-sela ngaji kitab Idhotun Nasyi’in secara virtual di Graha Gus Dur, Denanyar, Kabupaten Jombang, Kamis (22/4/2021).

Mas Atho’ menjelaskan, kitab Idhotun Nasyi’in karangan Syekh Musthafa Al-Ghalayani merupakan kitab yang bagus, sebagai pegangan atau pedoman terutama kaum muda. Kata dia, dalam kitab ini banyak penjelasan yang relevan untuk digunakan di masa kini. 

“Pada bab ini menjelaskan seseorang dalam bertindak tidak boleh ngawur. Artinya ojo sak penak e dewe (jangan semaunya sendiri) dalam mengambil keputusan,” katanya.

Mas Atho’ mencontohkan, dalam mengambil keputusan apapun harus dipertimbangkan baik dan buruknya. Seperti halnya keputusan pemerintah yang baru-baru ini menjadi perbincangan, yaitu larangan mudik di masa pandemi tahun 2021 ini. 

“Nah, kita jangan langsung menghakimi dan menolak secara mentah-mentah. Harus dicerna dengan baik sebelum menolaknya,” ujarnya. 

Namun, bisa dipelajari terlebih dahulu apa dampak negatifnya dan apa dampak positifnya. Tentunya pemerintah sudah mempertimbangkan dengan matang mengenai kebijakan ini. Mungkin sudah melihat dampak yang ditimbulkan di luar negeri seperti apa, sehingga diimbau untuk tidak mudik.

Maka itu, Mas Atho’ berpesan agar masyarakat menahan rasa rindu sampai nanti pada puncak kerinduan akan tiba. Ia berharap semua pihak menaati peraturan tidak mudik dari pemerintah, untuk sementara waktu demi kebaikan bersama. “Tidak masalah pemerintah melarang saya tidak mudik. Asalkan jangan kau larang aku untuk bersamamu dik. Bukan begitu,” katanya disambut tawa audiens.

Pemerintah resmi memutuskan melarang mudik lebaran tahun ini mulai 6-17 Mei 2021  mendatang dan menetapkan liburan Idul Fitri hanya satu hari. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh ASN, anggota TNI/Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.