Mudik Dilarang, Polres Sumenep Siapkan Dua Titik Pos Pantau

oleh -

SUMENEP: Polres Sumenep, Jawa Timur, mulai melakukan pemantauan arus mudik di dua perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Bahkan polres setempat juga telah mendirikan posko pantau mudik 2021.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyebutkan pembentukan posko ini di setiap perbatasan dalam rangka antisipasi lonjakan arus balik.

“Terkait larangan mudik oleh presiden, Polres Sumenep telah mendirikan pos di perbatasan Prenduan dan Pasongsongan,” katanya, baru-baru ini.

Penjagaan secara ketat tersebut, kata Widi, bukan saja hanya mengantisipasi lonjakan arus mudik, namun juga untuk antisipasi kriminalitas selama bulan suci ramadhan.

Pihaknya berharap pada seluruh masyarakat Sumenep yang saat ini lagi merantau agar tidak mudik ke Sumenep. “Sayangi diri kita, jaga orang tua kita, jaga saudara-saudara kita dari virus Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, larangan untuk melakukan mudik juga telah diatur oleh pemerintah pusat. Sehingga polres kata dia hanya menegakkan saja. “Kebijakan larangan mudik lebaran tersebut untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab mudik dapat berpotensi meningkatkan angka kasus Covid-19,” jelasnya.

Langkah-langkah yang diambil dalam mengantisipasi larangan mudik lebaran, sambung Widi, pihaknya terus menyosialisasikan larangan mudik tersebut dan mendirikan pos-pos penyekatan atau pemantauan.

“Salah satu pos pemantauan atau penyekatan para pemudik lebaran kita dirikan di pos Pasongsongan dengan Pos Prenduan. Di dua pos itu merupakan akses masuk ke Sumenep,” jelas Widi.

Saat ini, larangan mudik lebaran yang akan diberlakukan efektif dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang mengacu pada Surat Edaran N0. 13 tahun 2021 Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tentang penitiadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442 hitriah dan upaya pengendaliaan penyebaran Covid-19 selama bulan suci ramadhan 1442 hijriah. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.