Dua Maling Sapi di Sumenep yang Terciduk

oleh -

SUMENEP: Satuan Reserse Kriminal Polres Sumenep berhasil meringkus Dua pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum polres setempat. Keduanya yakni Misnawi warga Dusun Tengah, Desa Sumber Nangka, dan Hamid warga Dusun Temor Lorong, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, kejadian pencurian satu ekor sapi tersebut telah terjadi pada bulan Februari lalu, tepatnya pada tanggal 19 Februari 2021. Kala itu, tiga ekor sapi milik korban sedang di ternak di sebuah kebun. 

“Awalnya sapi itu ada tiga, oleh korban diternak di kebun. Namun setelah dilakukan pengecekan pada sore hari, tiba-tiba sapi yang semula ada tiga ekor tinggal dua, artinya satu ekor dicuri maling,” kata Widi.

Korban lanjut Widi, sempat mencari-cari keberadaan sapu miliknya itu. Namun hingga malam, sapi tersebut tak kunjung ditemukan. Karena sudah cemas, korbanpun melapor ke pihak Polsek setempat.

“Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan pencarian keberadaan sapi milik korban atas nama Sahari itu. Namun sayang pada waktu tidak ditemukan,” jelasnya.

Setelah sekian lama mencari, baru pada tanggal 23 Maret 2021 atau setelah lebih satu bulan, seekor sapi berjenis kelamin betina itu ditemukan. Penemuan seekor sapi tersebut ditemukan langsung oleh pemiliknya disebuah kebun.

Sewaktu lewat disebuah kebun korban melihat terdapat seekor sapi yang ciri-cirinya mirip dengan miliknya yang telah hilang. Kemudian korban menanyakan kepada warga sekitar ternyata kebun tersebut milik pelaku Misnawi.

Karena telah meyakini bahwa sapi tersebut miliknya, korban melaporkan ke Polsek Kangean. Selanjutnya petugas langsung pergi ke kebun tersebut.

“Kami kemudian melakukan interogasi kepada pelaku Misnawi ini, dia mengakui jika telah mencuri sapi tersebut bersama Hamid,” terangnya.

Kedua pelaku saat ini berada di Mapolres Sumenep untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal Pasal 363 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.