Ikhtiar Warga NU Jember Syiar di Era Milenial

oleh -

Jember – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember mendorong warganya untuk memperkuat syiar Islam di era kekinian.

“Kebanyakan kita lebih nyaman untuk syiar secara lisan. Padahal, melalui tulisan, pikiran menjadi lebih abadi,” ujar Dr KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember saat membuka pelatihan jurnalisitk bagi kader muda nahdliyin yang digelar di kantor PCNU Jember, Sabtu (30/01).

Sejatinya, lanjut pria yang akrab disapa Gus Aab ini, tradisi literasi sudah mengakar cukup kuat di NU. Hal ini dibuktikan banyaknya kitab yang dihasilkan oleh para ulama NU sejak dahulu kala. Berbagai cabang keilmuan itu dituliskan oleh para ulama di pesantren, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa lokal sebagai upaya pewarisan keilmuan.

“Untuk saat ini, di Jember kita bisa menyebut KH Muhyiddin Abdusshomad sebagai salah satu ulama yang produktif menulis kitab baik dalam Bahasa Arab maupun Indonesia,” lanjut pria yang juga dosen di IAIN Jember ini.
Karena itu, PCNU Jember saat ini juga bertekad untuk memperkuat tradisi menulis di kalangan muda melalui berbagai medium.

“Dalam perang wacana di dunia maya seperti saat ini, NU harus mengambil peran dengan memperkuat potensi media-media yang ada saat ini,” lanjut Gus Aab.

Pelatihan jurnalistik yang digelar di kantor PCNU Jember diikuti peserta utusan dari seluruh MWC NU se-Jember beserta banom seperti Fatayat, IPNU – IPPNU, serta PMII. Inisiator pelatihan, yakni Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul ulama (LTN NU) PC NU Jember yang bergerak dalam bidang penguatan literasi.

“Para peserta pelatihan jurnalistik ini akan menjadi kader-kader penulis NU yang akan memperkuat tradisi literasi di warga NU yang ada di Jember. Sehingga hasil pelatihan ini akan berkelanjutan untuk menyemarakkan kegiatan dan syiar NU di Jember selanjutnya,” ujar Muhammad Fauzinuddin Faiz, Ketua PC LTN NU Jember.

Faiz juga memotivasi peserta yang berasal dari kalangan muda untuk terus memperkuat tradisi literasi. “Dalam diwan al-Imam al-Syafi’i disebutkan bahwa ilmu pengetahuan itu laksana buruan. Dan menuliskannya sebagai pengikatnya. “Al-‘Ilm Shoyd wa al-kitabah qoyduhu”. Karenanya kita mesti mengikat buruan kita itu dengan temali yang amat kuat. “Qoyyid Shuyudak bi al-hibal al-watsiqah”,” ujar Faiz.

Para alumni pelatihan jurnalistik ini nantinya juga didorong untuk aktif menulis di dua portal yang sudah disediakan oleh PC LTN NU Jember, yakni website LTNNU Jember (astranawa.com) dan website PCNU Jember (pcnujember.or.id).

Para kader penulis nahdliyin PC NU Jember ini juga diharapkan bisa berkontribusi dalam proyek besar LTN NU Jember dalam penulisan sejarah dan biografi tokoh NU di Jember. “Mereka bisa menulis dari tokoh dan sejarah yang ada di wilayahnya masing-masing. Karena sejarah NU masih perlu banyak digali,” papar Faiz.

Para pemateri pelatihan terdiri dari Mahrus Sholih (Ketua LTN NU Kencong, mantan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember dan jurnalis senior Jawa Pos Radar Jember ), Aryudi A. Razaq (redaktur NU Online), Muhammad Muslim (mantan Ketua LTN NU Jember ) dan Maulana (jurnalis Jawa Pos Radar Jember).

No More Posts Available.

No more pages to load.