Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sumenep tidak di Vaksin

oleh -

SUMENEP: Bupati dan Wakil Bupati Sumenep serta Ketua DPRD Kabupaten Sumenep tidak divaksin dalam proses vaksinasi yang dilakukan di Kabupaten Setempat. Hal ini dikarenakan ketiga orang tersebut punya riwayat penyakit dan batas usia melebihi ketententuan.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan Perihal Dirinya tidak divaksin karena usianya sudah 60 tahun. Dia juga pernah terkonfirmasi positif covid-19, sehingga dilarang dalam petunjuk teknis vaksinasi. “Kalau saya kan tidak diperbolehkan karena faktor usia, selain itu saya pernah terkonfirmasi positif, jadi kekebalan secara alami sudah terbentuk, jadi untuk sementara dilarang vaksin,” tuturnya. Ujarnya Kamis, 28 Januari 2020.

Ia menambahkan, pada proses vaksinasi itu pihaknya berharap penyuntikan vaksin pada jajaran Forpimda, tokoh NU, Muhammadiyah dan lainnya bisa menjadi contoh pada masyarakat agar tidak takut divaksin.

“Sekali lagi vaksin ini dipastikan aman dan halal. Jadi ini para tokoh dan forpimda sudah memulai, selain itu tenaga kesehatan serentak mulai sekarang divaksin, jadi tidak usah takut dan terpengaruh pada berita hoax,” Imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan vaksinasi di Pendopo Agung setempat. Proses vaksinasi tersebut diawali dengan penyuntikan vaksin kepada Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Letnan Kolonel Infanteri Nur Kholis.

Selain Bupati Sumenep, pimpinan lainnya yang tidak divaksin yakni Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi karena memiliki riwayat penyakit. Sekda Sumenep, Edy Rasyadi karena pernah positif Covid-19, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir karena ada riwayat penyakit dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.