Achmad Fauzi Berkomitmen Mencetak Santri Interpreneur dengan Wirausaha Mandiri

oleh -

SUMENEP: Dalam rangka mewujudkan santri yang siap menghadapi tantangan ekonomi global, pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Nyai Dewi Khalifah berkomitmen akan melatih dan mendidik paea santri untuk menumbuhkan wirausaha muda yang berkompeten.

Tentu hal itu akan dilakukan Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah setelah dirinya ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada 9 Desember mendatang.

Kata Achmad Fauzi, salah satu komitmennya untuk menciptakan santri mandiri adalah dengan wirausaha mandiri yang berbasis pesantren. Menurut pria yang lima tahun mendampingi Bupati Busyro ini, santri masa kini dituntut tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu berwirausaha.

“Santri tak melulu belajar soal agama. Tetapi juga perlu dibekali berbagai ilmu keahlian lain seperti wirausaha, teknologi hingga agrobisnis untuk menunjang masa depan santri agar mandiri,” kata Fauzi, Jumat 13 November 2020.

Untuk itulah, lanjut suami Nia Kurnia ini, dirinya bersama nyai Eva punya salah satu program unggulan wirausaha mandiri berbasis pesantren.

“Maka dari itu, salah satu program unggulan kami adalah membekali santri dengan pelatihan wirausaha. Sehingga ketika sudah selesai mondok mereka akan mempunyai keterampilan sesuai dengan keahliannya,” jelasnya.

Fauzi menegaskan, Sumenep kota santri. Ada ratusan pesantren yang tersebar di daratan maupun kepulauan. Sehingga, sangat pas membekali para santri ilmu wirausaha. Karena jika ditakdirkan terpilih, dirinya bersama Nyai Eva punya impian mencetak pengusaha atau santripreneur.

“Komitmen ini tidak lain sebagai cara kami berterima kasih kepada pesantren. Program ini sangat pas, karena santri terbiasa mandiri. Karena kami punya impian mencetak pengusaha santri atau santripreneur. Bahkan muncul santri yang technopreneur, agropreneur hingga sociopreneur,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan ini meyakini, dengan sifat mandiri yang ada dalam diri santri, maka dengan sendirinya mereka bisa membuat terobosan baru.

“Santri masa kini dituntut untuk pandai berusaha mandiri dan percaya dengan kemampuannya. Dengan sifat mandiri yang ada dalam diri santri, maka dengan sendirinya mereka akan membuat terobosan-terobosan baru berdasarkan spirit, mindset, dan keterampilan dalam diri mereka,” tandasnya. NOE

No More Posts Available.

No more pages to load.