DPRD Dan Dinsos Sumenep Angkat Bicara terkait Carut Marutnya Pembagian BPNT

oleh -

SUMENEP: Komisi IV DPRD Sumenep, Achmad Suwaifi Qoyyum juga ikut menyoroti permasalahan mengenai program BPNT tersebut. Suwaifi mengaku, telah melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait, utamanya Dinas Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Bank Mandiri di Sumenep.

“Kemarin sudah kami panggil ke komisi, kami juga menyampaikan temuan kami dilapangan, termasuk laporan warga yang menerima beras yang cukup jelek dan tidak sesuai dengan berat yang disampaikan. Semoga pemerintah bisa mengambil langkah setelah problem BPNT ini cukup bermasalah, minimal ada evaluasi dari semua unsur yang terlibat dalam BPNT,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi yang juga sebagai tim koordinator (Tikor) program BPNT Sumenep belum bisa memberikan keterangan. beberapa kali mengkonfirmasi melalui sambungan telponnya, namun belum juga diangkat walaupun nada sambungnya jelas terhubung.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mohamad Iksan mengaku siapapun yang menjadi oknum dibalik program BPNT ini akan ditindak tegas.

“Pasti kami tindak tegas mas, tetap akan saya urai benang merah dari masalah BPNT, dan ini saya ingin secepatnya mas, bila ada potensi hukum berarti harus ada pihak penegak hukum,” tegasnya.

Dia meminta dukungan kepada semua elemen masyarakat untuk ikut serta membantu dalam penyelesaian program BPNT tersebut.

“Baru dua hari saya mas (menjabat Kadinsos), ini masalah yang memerlukan kerjasama dengan pihak lain. Seperti Bulog, suplayer, Bank Mandiri, e-Warung, TKSK, Polres dan Kejaksaan,” jelasnya.

“Tim koordinasi (Tikor) akan segera kami undang rapat untuk menyelesaikan permasalahan BPNT ini,” tegasnya. (Noe)

No More Posts Available.

No more pages to load.