Munculnya Kadin Abal-abal, Kadin Jatim Tak Akan Tempuh Jalur Hukum

oleh -

SURABAYA – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim tidak akan menempuh jalur hukum terkait munculnya Kadin diduga abal-abal. Hal itu dilakukan karena Kadin ingin bertindak profesional dalam menyikapi masalah tersebut.

“Kita tidak perlu untuk melangkah ke wilayah hukum. Kadin lebih banyak profesional dan dinilai layak oleh orang lain,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim bidang organisasi, keanggotaan, pengembangan dana dan sarana, Deddy Suhajadi kepada wartawan di ruang wartawan Pokja Pemprov Jatim di Grahadi, Senin (26/8/2019).

Pertimbangan lain, menurutnya, pihak yang mengaku Kadin Jatim yang sah, adalah pelaku usaha yang notabene adalah teman-teman kita sendiri. Seperti, Basa Alim Tualeka. Dia pernah menjadi salah satu wakil ketua umum Kadin Jatim di era kepemimpinan La Nyalla sebelumnya.

“Jika mereka membawa bendera dan mengatasnamakan lembaga kadin yang legitimasi, kita serahkan kepada Pemerintah mengakui yang mana. Yang jelas, lembaga Kadin Jatim yang legitimate pimpinan La Nyalla Mattatilitti dan Ketua Umum Kadin Pusat, Rosan Perkasa Roeslani,” jelasnya.

Pihaknya juga tidak akan mengambil tindakan lain, seperti mengeluarkan dari keanggotaan Kadin Jatim, lantaran mereka bukan anggota. “Dia bukan anggota, jadi kita anggap orang luar saja. Paling Kadin mengeluarkan surat teguran, boleh berorganisasi tapi jangan membawa bendera Kadin,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Deddy ingin meluruskan adanya undangan menghadiri kegiatan di salah satu Kementerian dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Dengan alasan efisiensi, pihak pengundang dalam hal ini Bappeprov Jatim, hanya mengundang Kadin Surabaya.

“Kadin Jatim yang semula dikabari akan diundang, akhirnya dibatalkan. Karena kita tak diundang, maka yang hadir itu orang-orang Surabaya atau orang-orang yang dapat undangan dari pihak pengundang, dalam hal ini Bappeprov Jatim,” ungkapnya.

Masalah tersebut, lanjutnya, sudah dilaporkan ke Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, sehingga sudah kelar. Sebab, pak Wagub tahu persis Kadin Jatim mana yang sah dan tidak sah. Pak Wagub juga sangat paham dengan struktural Kadin, karena pernah menjadi pengurus Kadin Pusat periode lalu.

“Dia sangat paham tentang struktural Kadin dan tupoksinya. Saat kami beraudensi, pak Wagub juga bilang kalau urusan organisasi akan mengikuti pemerintah pusat, Kadin Pusat dan Kadin Jatim dibawah kepemimpinan La Nyalla,” sergahnya.

Yang terpenting dari audensi ini, tambahnya, Wagub Emil menyampaikan hasil pertemuan dengan Deputi Perekonomian dengan Pemprov Jatim, akan fokus kerjasama antara pemerintah pusat dan pemprov Jatim di tiga titik untuk pengembangan perekonomian. Titik pertama, yaitu di pantura. Pemprov akan fokus mengembangkan konektivitas antara Suramadu dengan Lamongan.

“Kalau tolnya belum dibangun, ke depan akan dibikin jalan tol antara Lamongan sampai Surabaya. Suramadu harus koneks kemana-mana, termasuk ke wilayah Babat, Mojokerto dan Pasuruan. Jadi, konektivitas di pantura ini adalah terangkainya hubungan ekonomi dengan infrastruktur yang baru nanti akan dikemas antara Lamongan dan Suramadu,” katanya.

Titik kedua, akan dikemas di wilayah Probolinggo sambil menunggu perkembangan tol antara Probolinggo-Banyuwangi. Tapi, Probolinggo dengan komunitas pertanian dan perkebunan yang bagus, akan dikonekkan langsung dengan Malang Raya (Kota Malang, Batu, Kabupaten Malang). “Wisata jadi lokomotifnya, tapi UKM akan bergerak,” ucapnya.

Sedangkan titik ketiga, menurutnya, di wilayah Mataraman (Ngawi, Madiun, Magetan) akan dikonekkan. Itu kerjasama dari pemerintah pusat, pemprov dan Kadin Jatim diminta untuk mengkondisikan para pengusaha, khususnya UKM. 

“Kami minta dukungan kepada pak Wagub agar surat edaran mantan gubernur Jatim Soekarwo bisa dilanjutkan bersama gubernur Khofifah, sehingga bisa membuat peta UKM di setiap kecamatan. Dengan demikian, pengusaha UKM di kecamatan bisa tergerak dan Kadin Jatim akan memberikan dukungan, karena sudah teregister keanggotaannya,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.